5 Langkah Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular, Jangan Lakukan 4 Mitos Ini

Kasus yang menimpa dokter Icha di Timor Tengah Utara kembali mengingatkan bahwa gigitan ular tidak boleh ditangani dengan panik atau berdasarkan permintaan yang belum tentu sesuai medis. Penanganan awal harus fokus pada keselamatan korban, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Di tengah situasi darurat seperti itu, langkah yang benar bisa membantu memperlambat dampak bisa sebelum korban sampai ke rumah sakit. Sebaliknya, tindakan yang salah justru dapat memperburuk luka, menambah risiko infeksi, atau menghambat aliran darah.

5 langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan

Langkah pertama adalah menjaga korban tetap tenang dan membatasi geraknya. Kepanikan dapat membuat detak jantung meningkat, sehingga racun berpotensi lebih cepat menyebar melalui aliran darah dan sistem limfatik.

Langkah berikutnya adalah memindahkan korban ke tempat yang aman dan menjauh dari ular. Ular tidak perlu ditangkap atau dibunuh, karena tindakan itu bisa memicu gigitan tambahan dan membahayakan orang di sekitar.

Jika situasi memungkinkan, perhatikan ciri ular dari jarak aman. Warna, pola tubuh, atau bentuk kepala bisa membantu tenaga medis mengenali jenis ular dan menilai penanganan yang tepat.

Setelah itu, lepaskan perhiasan dan pakaian ketat di sekitar area gigitan. Cincin, gelang, jam tangan, atau pakaian yang menekan dapat memperburuk pembengkakan dan mengganggu aliran darah.

Bagian tubuh yang tergigit sebaiknya diposisikan sejajar atau sedikit lebih rendah dari jantung, terutama jika gigitan terjadi pada tangan atau kaki. Luka kemudian dapat dibersihkan perlahan dengan air mengalir dan sabun, lalu ditutup dengan kain bersih atau perban kering yang longgar.

Tindakan yang justru harus dihindari

Masyarakat masih sering terjebak pada mitos pertolongan pertama yang tidak aman. Mengikat area gigitan terlalu kencang dengan tourniquet bisa menghentikan aliran darah dan merusak jaringan.

Mayo Clinic juga tidak merekomendasikan menyedot racun ular dengan mulut. Cara itu tidak terbukti efektif dan justru bisa menimbulkan infeksi pada luka maupun risiko bagi orang yang mencoba melakukannya.

Luka gigitan pun tidak boleh disayat atau dibelah untuk mengeluarkan bisa. Tindakan tersebut hanya memperparah perdarahan, kerusakan jaringan, dan risiko infeksi.

Mengompres dengan es, alkohol, atau bahan kimia lain juga tidak dianjurkan. Suhu dingin yang ekstrem dapat memperburuk kondisi jaringan di sekitar bekas gigitan.

Kenapa korban tetap harus dibawa ke rumah sakit

Korban gigitan ular, baik yang diduga berbisa maupun tidak, tetap perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Gejala akibat racun bisa muncul tidak langsung, sehingga pemeriksaan medis tetap dibutuhkan untuk memastikan kondisi korban.

Di rumah sakit, tenaga medis akan melakukan observasi dan memantau perkembangan gejala sebelum menentukan terapi yang diperlukan. Jika ada indikasi medis, korban dapat diberikan serum antibisa ular oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.

Karena itu, penanganan gigitan ular tidak seharusnya bergantung pada tekanan di lapangan. Yang paling penting adalah pertolongan pertama yang aman, lalu pemeriksaan medis secepat mungkin agar risiko komplikasi bisa ditekan.

Langkah AmanTujuanCatatan
Tetap tenang dan batasi gerakMemperlambat penyebaran racunDetak jantung yang naik dapat mempercepat penyebaran
Jauhkan korban dari ularMencegah gigitan tambahanJangan mencoba menangkap atau membunuh ular
Lepaskan perhiasan dan pakaian ketatMengurangi tekanan saat pembengkakanCincin, gelang, jam tangan, dan pakaian ketat perlu dilepas
Posisikan anggota tubuh sejajar atau sedikit lebih rendah dari jantungMembantu memperlambat penyebaran racunTerutama untuk gigitan di tangan atau kaki
Bersihkan luka dan tutup dengan perban longgarMelindungi luka tanpa menekan area gigitanGunakan air mengalir dan sabun, lalu kain bersih atau perban kering
Yang Harus DihindariRisiko
Tourniquet atau ikatan terlalu kencangAliran darah bisa terhenti dan jaringan rusak
Menyedot racun dengan mulutTidak efektif dan berisiko infeksi
Menyayat lukaMemperparah perdarahan dan kerusakan jaringan
Es, alkohol, atau bahan kimia lainDapat memperburuk kondisi jaringan
Source: www.beritasatu.com

Terkait