5 Kota Kuno Yang Tenggelam, Jejak Peradaban yang Masih Menyimpan Misteri

Author: Cung Media

Kota-kota kuno yang tenggelam menunjukkan bahwa peradaban tidak selalu hilang saat permukaan tanah berubah. Di dasar laut dan danau, jejak jalan, bangunan, patung, hingga gerbang batu masih bertahan sebagai petunjuk tentang kehidupan masa lalu.

Beberapa di antaranya tenggelam karena bencana alam, ada pula yang hilang akibat keputusan manusia. Dari Mediterania hingga Asia, kisah kota-kota ini terus menarik perhatian karena menyimpan sejarah perdagangan, permukiman, dan kepercayaan yang belum sepenuhnya terungkap.

Pavlopetri, Salah Satu Kota Bawah Laut Tertua

Pavlopetri di lepas pantai Laconia, Yunani, diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Situs ini sering disebut sebagai salah satu kota bawah laut tertua yang pernah ditemukan.

Tata kotanya masih bisa dikenali dengan jelas, termasuk jejak jalan, bangunan, dan susunan permukiman yang menunjukkan kehidupan masyarakat yang terorganisasi. Karena berasal dari Zaman Perunggu, Pavlopetri menjadi penting bagi arkeolog untuk memahami perkembangan peradaban awal di kawasan Mediterania.

Thonis-Heracleion dan Port Royal, Dua Kota Pelabuhan yang Hilang

Thonis-Heracleion pernah menjadi gerbang perdagangan utama Mesir sebelum Alexandria tumbuh sebagai kota pelabuhan besar. Letaknya yang strategis membuat kota ini ramai disinggahi kapal dari berbagai wilayah untuk bertukar komoditas.

Kota itu tenggelam akibat gabungan gempa bumi, banjir, dan penurunan tanah. Setelah hilang selama berabad-abad, Thonis-Heracleion ditemukan kembali pada awal tahun 2000-an, lalu artefak seperti patung raksasa, reruntuhan kuil, dan prasasti kuno mulai mengungkap kisahnya.

Port Royal di Jamaika punya cerita kejayaan yang berbeda. Pada abad ke-17, kota pelabuhan ini dikenal sebagai salah satu yang paling makmur di Karibia dan menjadi pusat perdagangan sekaligus tempat berkumpulnya para bajak laut.

Kemakmuran itu berakhir saat gempa bumi besar mengguncang kota pada tahun 1692. Banyak bangunan runtuh, sebagian wilayah tenggelam ke laut dalam waktu singkat, dan ribuan orang tewas dalam bencana yang dikenang sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah Karibia.

Shicheng, Kota Kuno yang Sengaja Ditenggelamkan

Berbeda dari banyak kota tenggelam lain, Shicheng di Tiongkok tidak hilang karena bencana alam. Kota kuno yang telah ada sejak masa Dinasti Han Timur itu sengaja ditenggelamkan pemerintah Tiongkok pada tahun 1959 untuk proyek waduk pembangkit listrik tenaga air.

Shicheng kini berada di dasar Danau Qiandao atau Danau Seribu Pulau. Banyak bangunan, gerbang, dan ukiran batu di kota ini masih bertahan dalam kondisi yang cukup baik meski sudah terendam selama puluhan tahun.

Keutuhan peninggalannya membuat Shicheng dijuluki “Atlantis dari Timur” dan menjadikannya salah satu kota tenggelam paling terkenal di dunia.

Dwarka, Kota Legendaris yang Masih Diperdebatkan

Dwarka memiliki cerita yang erat dengan tradisi Hindu dan kisah Dewa Krishna. Selama berabad-abad, nama kota ini terus hidup dalam naskah dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Minat terhadap Dwarka meningkat setelah peneliti menemukan struktur bawah laut di lepas pantai Gujarat, India, yang diduga berasal dari permukiman kuno. Namun, para peneliti masih berbeda pendapat soal temuan itu.

Sebagian menilai struktur tersebut bisa menjadi petunjuk tentang kota yang disebut dalam tradisi Hindu, sementara sebagian lain menilai bukti yang ada belum cukup kuat. Karena itu, usia dan asal-usul Dwarka masih menyisakan banyak pertanyaan.

Dari Pavlopetri hingga Dwarka, kota-kota tenggelam memperlihatkan bahwa jejak peradaban dapat bertahan lama meski tertutup air. Reruntuhan yang tersisa masih memberi petunjuk penting tentang cara manusia membangun kota, berdagang, dan menghadapi perubahan besar di masa lalu.

Source: www.idntimes.com
Terbaru