Bibir kering dan pecah-pecah dapat terasa perih, terutama ketika terkena makanan tertentu. Kondisi ini bukan hanya dipengaruhi cuaca, tetapi juga kebiasaan kecil yang dilakukan berulang sepanjang hari.
Lip balm dapat menjadi bagian dari perawatan, tetapi menjaga bibir tidak cukup dengan mengandalkan satu produk. Hidrasi tubuh, kelembapan udara, perlindungan dari matahari, serta penghindaran pemicu iritasi perlu diperhatikan bersama-sama.
Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari adalah menjilat bibir saat terasa kering. Efek lembapnya hanya sementara karena air liur akan menguap dan dapat membuat bibir kehilangan kelembapan lagi.
Berikut lima kebiasaan yang dapat membantu menjaga lapisan pelindung bibir saat terasa sensitif. Langkah-langkah ini juga dapat disesuaikan dengan pemicu dan kondisi lingkungan masing-masing.
| Kebiasaan | Tujuan | Kondisi yang Relevan |
|---|---|---|
| Mencukupi air | Menjaga hidrasi tubuh dan kulit | Sepanjang hari |
| Menggunakan humidifier | Menambah kelembapan udara | Di ruangan kering |
| Menghindari makanan iritan | Melindungi lapisan bibir | Saat bibir sensitif |
| Memakai produk ber-SPF | Mengurangi dampak matahari | Saat di luar ruangan |
| Tidak menjilat bibir | Menghindari penguapan kelembapan | Saat bibir terasa kering |
1. Cukupi kebutuhan air
Asupan cairan yang cukup menjadi dasar untuk membantu tubuh menjaga hidrasi kulit, termasuk bibir. Dehidrasi dapat membuat permukaan kulit lebih mudah terasa kering.
Kebiasaan minum air secara teratur sepanjang hari lebih dianjurkan daripada menunggu rasa haus sangat kuat. Dokter kulit bersertifikat Dylan Alston menyebut pemenuhan cairan membantu kulit memperoleh hidrasi yang dibutuhkan untuk melindungi dirinya.
2. Gunakan humidifier saat udara terasa kering
Udara dengan kelembapan rendah dapat mempercepat penguapan kelembapan dari bibir. Kondisi ini dapat terjadi di ruangan berpendingin atau lingkungan yang udaranya kering.
Humidifier dapat digunakan di kamar tidur pada malam hari untuk menambah kelembapan udara. Lingkungan yang lebih lembap diharapkan membantu bibir tidak terlalu cepat kehilangan kelembapan ketika tubuh beristirahat.
3. Perhatikan makanan yang menyentuh bibir
Makanan tidak selalu menjadi penyebab utama bibir pecah-pecah, tetapi bisa memperburuk keluhan pada bibir yang sedang sensitif. Reaksi setelah mengonsumsi makanan tertentu dapat menjadi petunjuk pemicu yang perlu diperhatikan.
Dokter kulit Elaine Kung menyarankan menghindari bahan yang dapat mengiritasi dan merusak lapisan pelindung kulit bibir. Makanan asin, pedas, asam, serta makanan dengan banyak saus termasuk yang dapat dibatasi ketika bibir terasa perih atau kering.
4. Pilih lip balm dengan SPF
Paparan sinar matahari dapat mempercepat hilangnya kelembapan alami pada bibir. Sinar matahari juga dapat membuat bibir terbakar dan memperburuk kondisi bibir yang sudah pecah-pecah.
Alston menyarankan produk bibir dengan SPF 15 atau lebih tinggi saat berada di lingkungan yang hangat atau cerah. Perlindungan matahari ini penting dipertimbangkan bagi orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
5. Hindari menjilat bibir berulang kali
Menjilat bibir memang memberi sensasi lembap sesaat, tetapi tidak menyelesaikan penyebab rasa kering. Saat air liur menguap, bibir dapat kembali terasa kering dan memicu keinginan untuk menjilatnya lagi.
Menurut Alston, kebiasaan menjilat bibir secara berlebihan pada akhirnya dapat memperburuk kondisinya. Ketika bibir mulai terasa kering, mencukupi cairan tubuh dan memakai produk perawatan yang sesuai menjadi pilihan yang lebih tepat.
Lifestyle Kompas menyoroti bahwa pencegahan bibir pecah-pecah membutuhkan kombinasi kebiasaan yang konsisten. Mengenali pemicu pribadi, menjaga hidrasi, dan melindungi bibir dari udara kering maupun matahari dapat membantu mengurangi keluhan.







