4 Gangguan Mental yang Sering Mengusik Anak Muda, Gejalanya Bisa Mengganggu Aktivitas

Tekanan dari sekolah, kuliah, pekerjaan, pertemanan, hingga media sosial dapat terasa berat bagi remaja dan dewasa muda. Saat pikiran serta emosi tidak terkelola, dampaknya bisa merembet pada belajar, bekerja, tidur, dan hubungan dengan lingkungan sekitar.

Gangguan kesehatan mental tidak selalu tampak secara jelas pada awalnya. Karena itu, perubahan yang terus berulang dan mulai membatasi aktivitas sehari-hari perlu diperhatikan, terutama ketika seseorang merasa kesulitan mengatasinya sendiri.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Pengenalan gejala sejak dini menjadi penting karena sebagian anak muda belum menyadari kondisi yang dialami atau ragu mencari bantuan akibat takut dihakimi.

Tanda yang Dapat Muncul pada Empat Kondisi

KondisiTanda atau Dampak
Gangguan kecemasanKhawatir terus-menerus, gelisah, sulit fokus, susah tidur, atau mudah panik.
DepresiSedih berkepanjangan, kehilangan semangat, tidak menikmati kegiatan, dan menarik diri.
Gangguan perilakuSulit fokus, impulsif, hiperaktif, agresif, atau kerap melanggar aturan.
Gangguan makanTerobsesi pada berat badan atau bentuk tubuh hingga menempuh cara ekstrem untuk menurunkan berat badan.

1. Gangguan Kecemasan

Rasa cemas adalah respons yang wajar ketika seseorang menghadapi situasi tertentu. Namun, kekhawatiran yang muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan.

Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa gelisah tanpa alasan yang jelas atau mudah panik. Kesulitan berkonsentrasi dan susah tidur juga dapat muncul, lalu mengganggu rutinitas sekolah, kuliah, pekerjaan, maupun aktivitas lain.

Gejala kecemasan perlu diperhatikan bila tidak lagi bersifat sesaat. Ketika rasa khawatir mulai membatasi kegiatan rutin, kondisi tersebut tidak sebaiknya dianggap sebagai tekanan biasa.

2. Depresi

Depresi berbeda dari rasa sedih yang muncul sementara setelah mengalami masalah. Pada kondisi ini, perasaan sedih dapat bertahan lama dan disertai hilangnya semangat untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Seseorang yang mengalami depresi dapat tidak lagi menikmati aktivitas yang sebelumnya disukai. Mereka juga dapat memilih menarik diri dari lingkungan sekitar, sehingga hubungan sosial ikut terdampak.

Menurut WHO, depresi dapat memengaruhi prestasi belajar dan pekerjaan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri, sehingga tanda-tandanya perlu ditanggapi dengan serius.

3. Gangguan Perilaku

Gangguan perilaku dapat muncul dalam berbagai bentuk pada masa remaja. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pengendalian emosi, tetapi juga dapat memengaruhi proses belajar dan relasi dengan orang di sekitar.

Salah satu kondisi yang disebutkan adalah ADHD, yang dapat membuat seseorang sulit fokus, lebih impulsif, atau cenderung hiperaktif. Pola tersebut dapat menghambat aktivitas yang membutuhkan perhatian dan pengaturan perilaku secara konsisten.

Ada pula conduct disorder yang dapat ditandai perilaku agresif, sering melanggar aturan, atau kesulitan mengendalikan emosi. Gejala seperti ini perlu dibedakan dari perubahan kebiasaan sesaat karena dapat berlangsung dan mengganggu fungsi sehari-hari.

4. Gangguan Makan

Tekanan untuk memiliki bentuk tubuh yang dianggap ideal dapat mendorong anak muda menjalani pola makan yang tidak sehat. Jika terjadi terus-menerus, situasi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.

Orang dengan gangguan makan dapat sangat terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuh. Obsesi itu dapat mendorong penggunaan cara-cara ekstrem untuk menurunkan berat badan, meski berisiko pada kesehatan fisik dan mental.

Perubahan suasana hati, sulit fokus, atau kebiasaan makan tertentu tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan mental. Namun, saat tanda tersebut terus muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, mengenalinya menjadi langkah awal untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Terkait