Sejumlah jamu tradisional masih sering dipilih oleh orang yang ingin menjaga pola makan saat diet. Alasannya beragam, mulai dari membantu menekan nafsu makan, mendukung metabolisme, hingga memberi efek detoksifikasi alami.
Lima racikan yang paling sering dibicarakan adalah galian singset, klabet atau fenugreek, teh jeruk nipis, ginseng, dan kunyit asam. Masing-masing punya klaim manfaat yang berbeda, tetapi semuanya tetap bergantung pada cara konsumsi dan kebiasaan makan sehari-hari.
1. Galian Singset
Galian singset dikenal sebagai ramuan tradisional yang dipercaya membantu detoksifikasi alami. Efeknya juga dikaitkan dengan penurunan berat badan karena dianggap membantu mengurangi lemak tubuh jika dikonsumsi secara rutin.
Racikannya terdiri dari kunyit, kencur, temulawak, temu giring, hingga lempuyang. Kombinasi bahan herbal itu membuat galian singset kerap masuk daftar jamu yang dipilih saat diet.
2. Klabet atau Fenugreek
Klabet atau fenugreek disebut dapat membantu mengontrol nafsu makan sehingga mendukung proses diet. Dalam penelitian tahun 2009 oleh Jocelyn R Mathern dkk dari Department of Food Science and Nutrition, University of Minnesota, AS, konsumsi 8 gram serat fenugreek setiap hari terbukti meningkatkan rasa kenyang.
Penelitian yang sama juga mencatat adanya penurunan rasa lapar dan asupan makanan pada partisipan. Temuan itu membuat fenugreek dikenal sebagai salah satu bahan herbal yang sering dihubungkan dengan pola makan lebih terkontrol.
| Jamu | Manfaat yang Disebutkan | Bahan Utama atau Temuan |
|---|---|---|
| Galian singset | Detoksifikasi alami dan membantu menurunkan berat badan | Kunyit, kencur, temulawak, temu giring, lempuyang |
| Klabet atau fenugreek | Meningkatkan kenyang, mengurangi lapar, dan menekan asupan makanan | 8 gram serat fenugreek per hari dalam penelitian 2009 |
| Teh jeruk nipis | Membantu mempercepat metabolisme | Teh hijau dengan jeruk nipis |
| Ginseng | Membantu penurunan berat badan dan perubahan komposisi mikrobiota usus | Ginseng Korea dua kali sehari selama delapan minggu |
| Kunyit asam | Mengandung antioksidan tinggi dan menekan pertumbuhan jaringan lemak | Asam jawa, kunyit, gula jawa, sedikit garam |
3. Teh Jeruk Nipis
Teh hijau yang dipadukan dengan jeruk nipis menjadi minuman herbal lain yang sering dipilih saat diet. Kombinasi ini disebut dapat membantu mempercepat proses metabolisme.
Minuman ini tetap dianggap cocok untuk mereka yang ingin menikmati sajian hangat tanpa keluar dari tujuan diet. Namun, manfaat utamanya tetap bertumpu pada pola konsumsi yang teratur.
4. Ginseng
Ginseng lama dikenal sebagai bahan pengobatan tradisional di China dan juga sering dikaitkan dengan dukungan penurunan berat badan. Studi tahun 2014 oleh Mi-Young Song dkk dari Department of Rehabilitation Medicine of Korean Medicine menemukan bahwa konsumsi ginseng Korea dua kali sehari selama delapan minggu efektif menurunkan berat badan.
Studi tersebut juga mencatat perubahan komposisi mikrobiota usus. Temuan ini menempatkan ginseng sebagai salah satu herbal yang tidak hanya populer untuk kesehatan umum, tetapi juga menarik perhatian dalam konteks diet.
5. Kunyit Asam
Kunyit asam termasuk jamu yang sangat populer di Indonesia. Minuman ini mengandung antioksidan tinggi dan disebut efektif menurunkan berat badan karena mampu menekan pertumbuhan jaringan lemak dalam tubuh.
Racikannya dapat dibuat dari asam jawa, kunyit, gula jawa, dan sedikit garam. Karena mudah ditemukan dan sudah akrab di masyarakat, kunyit asam tetap menjadi salah satu jamu yang sering dipilih saat ingin menjaga berat badan.
Kelima jamu ini memang kerap dibicarakan sebagai pendamping diet. Hasilnya tetap bergantung pada cara konsumsi dan kebiasaan makan sehari-hari, sehingga pemilihan bahan herbal yang tepat perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
