Selat Hormuz Memanas Lagi, Iran Mendesak AS Patuhi Perjanjian Damai

Author: Cung Media

Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah militer Iran mendesak Amerika Serikat mematuhi perjanjian perdamaian yang diteken kedua negara pada Juni lalu. Seruan itu muncul di tengah rangkaian serangan balasan dan klaim penutupan jalur laut strategis yang membuat situasi keamanan di kawasan semakin rapuh.

Juru bicara militer Iran, Brigjen Mohammad Akraminia, mengatakan kepada televisi nasional Iran IRIB bahwa intervensi AS untuk menciptakan apa yang ia sebut rute ilegal melintasi Selat Hormuz telah memicu ketidakamanan. Ia menegaskan angkatan bersenjata Iran akan mempertahankan hak-hak rakyat Iran di selat itu.

Iran dan AS Saling Balas Serangan

Dalam perkembangan terbaru, Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan serta instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk. Setelah itu, AS membalas dengan babak ketiga serangan yang mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.

Mediaindonesia.com mengutip Anadolu menyebut eskalasi tersebut memperlihatkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada retorika. Kedua pihak sama-sama menunjukkan kesiapan untuk mempertahankan posisi masing-masing di tengah meningkatnya tekanan di jalur pelayaran penting itu.

Pihak Tindakan Target Dampak yang Disebut
Iran Serangan rudal dan drone Pangkalan dan instalasi militer AS di sejumlah negara Teluk Eskalasi konflik di kawasan
AS Babak ketiga serangan Instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan Balasan atas serangan Iran

CENTCOM Menyebut Ada Tembakan ke Kapal Dagang

Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan serangan mereka dilakukan sebagai balasan atas tembakan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz. CENTCOM juga menyebut Iran menutup jalur laut strategis itu hingga waktu yang tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang.

Pernyataan itu menambah sensasi krisis yang sudah sensitif sejak awal karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi arus pelayaran regional. Saat klaim penutupan, serangan, dan ancaman lanjutan saling berlapis, ruang diplomasi tampak semakin sempit.

Daftar Sasaran Tembak Iran Tetap Diperbarui

Akraminia juga menyebut militer Iran secara berkala memperbarui daftar sasaran tembaknya. Ucapan itu menunjukkan Teheran belum mengendurkan kesiagaan di tengah ketegangan yang terus bergerak naik-turun.

Di sisi lain, perjanjian perdamaian yang diteken pada Juni lalu menjadi titik pijak yang terus disorot Iran dalam menghadapi AS. Namun, perkembangan di Selat Hormuz justru memperlihatkan bahwa kesepakatan tersebut belum mampu meredakan kecurigaan dan benturan kepentingan di kawasan.

Dengan kondisi seperti ini, Selat Hormuz kembali berada di pusat perhatian karena menyangkut keamanan regional sekaligus kelancaran pelayaran internasional. Selama serangan dan balasan masih berlangsung, jalur laut itu akan tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru