
Banyak anak langsung rewel saat menginap di rumah tanpa AC, terutama jika kesehariannya terbiasa tidur dengan pendingin udara. Kondisi ini sering bukan soal manja semata, melainkan soal kebiasaan yang sudah terbentuk di rumah.
Di tengah cuaca yang terasa makin panas, keluarga juga makin sering mengandalkan AC hampir sepanjang hari. Karena itu, orangtua perlu menyiapkan anak agar tetap tenang saat berada di rumah saudara, rumah kakek-nenek, atau rumah lain yang tidak memakai pendingin udara.
Mulai dari kebiasaan di rumah sendiri
Langkah paling efektif justru dimulai sebelum anak menginap di tempat lain. Jika AC selalu menyala siang dan malam, anak akan lebih sulit beradaptasi ketika harus tidur tanpa pendingin udara.
Orangtua bisa sesekali mematikan AC pada malam hari atau pagi sekali. Bila anak tetap tidur nyenyak dan tidak banyak protes, itu menjadi tanda ia masih bisa nyaman tanpa pendingin udara pada waktu tertentu.
Kenalkan alternatif selain AC
Anak juga perlu tahu bahwa rasa sejuk tidak hanya datang dari AC. Kipas angin bisa membantu mengurangi gerah, sementara kipas manual tetap berguna saat listrik padam atau ketika rumah tidak memiliki kipas listrik.
Saat hendak tidur, anak bisa diajak memakai kipas manual terlebih dulu agar terbiasa dengan sensasi angin yang sederhana. Jika memakai kipas angin listrik, arahkan jangan langsung ke tubuh anak dan biarkan bergerak memutar atau menghadap ke tembok.
Ajari bahwa tidak semua rumah punya AC
Banyak anak mengira semua rumah memiliki pendingin udara karena tumbuh di lingkungan yang memakai AC. Padahal, masih banyak rumah yang tidak dipasangi AC karena kondisi udara yang relatif sejuk atau karena alasan ekonomi.
Penjelasan dari orangtua penting agar anak memahami perbedaan itu dengan wajar. Dari situ, anak juga belajar berempati dan menghormati pilihan rumah tangga lain tanpa mengeluh berlebihan.
Latih sopan santun saat menginap
Sopan santun menjadi bekal penting agar anak tidak mudah komplain di rumah orang lain. Anak yang terbiasa diajari adab akan lebih mudah menjaga sikap, meski kondisi kamar atau rumah tidak sama seperti di rumah sendiri.
Dalam situasi seperti lantai rumah yang sederhana atau ruangan yang terasa lebih panas, anak tetap bisa belajar membawa diri dengan baik. Ia tidak sibuk membandingkan rumah orang lain, melainkan menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada.
Orangtua perlu memberi contoh tenang
Anak sangat mudah meniru sikap orangtua saat menghadapi udara panas atau kondisi tanpa AC. Jika orangtua mudah panik, mengeluh, atau terlihat tidak nyaman saat AC mati sebentar, anak bisa menangkap pola yang sama.
Sebaliknya, ketika orangtua tetap tenang, anak cenderung ikut lebih santai. Pembiasaan seperti ini penting karena sikap di rumah sering menentukan apakah anak bisa menikmati situasi tanpa AC atau justru langsung rewel.
Membiasakan anak agar tidak rewel saat menginap di rumah tanpa AC bukan berarti melarang kenyamanan. Yang dibutuhkan adalah latihan adaptasi, pemahaman bahwa tidak semua rumah sama, dan contoh sikap tenang dari orangtua.
Source: www.idntimes.com




