5 Anggota OPM di Puncak Jaya Pilih Kembali ke NKRI, Ikrar Terbuka Disaksikan Warga

Lima anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka atau OPM dari Kodap XXVIII Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, menyatakan setia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikrar itu dibacakan secara terbuka di Alun-alun Kota Mulia dan disaksikan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga, serta ratusan warga.

Momen tersebut menunjukkan bahwa proses kembali ke NKRI tidak hanya berlangsung di hadapan aparat, tetapi juga mendapat ruang sosial yang luas. Dukungan dari banyak unsur masyarakat membuat prosesi itu dipandang sebagai langkah penting dalam upaya merawat perdamaian di Papua.

Ikrar, tanda tangan, dan cium Merah Putih

Dalam prosesi itu, kelima anggota OPM membacakan naskah ikrar kesetiaan kepada NKRI. Mereka juga menandatangani dokumen kesetiaan dan mencium Bendera Merah Putih sebagai tanda tekad memulai lembaran baru di tengah masyarakat.

Setelah acara utama selesai, panitia menyerahkan bantuan sembako dan pakaian. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus dukungan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan sosial dengan lebih baik.

Pendekatan humanis dinilai membuka jalan damai

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna menyebut ikrar tersebut sebagai bukti bahwa pendekatan yang mengutamakan komunikasi dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dapat membangun kepercayaan. Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat punya peran penting dalam membuka jalan menuju perdamaian.

“Koops TNI Habema menghormati keputusan saudara-saudara kita yang telah memilih kembali ke pangkuan NKRI sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia,” ujarnya. Ia berharap momentum itu menjadi awal kehidupan yang lebih baik, aman, dan produktif bersama keluarga serta masyarakat.

Dukungan bersama untuk stabilitas Papua

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya bersama unsur forkopimda menunjukkan bahwa upaya menciptakan damai tidak hanya bertumpu pada aparat keamanan. Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga para peserta juga hadir memberi dukungan langsung dalam prosesi tersebut.

Situasi itu menegaskan bahwa proses kembali ke NKRI dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan membuat para mantan anggota kelompok bersenjata itu lebih mudah menjalani kehidupan yang aman dan produktif.

Keputusan tanpa paksaan

Koops TNI Habema menyampaikan bahwa keputusan lima anggota OPM tersebut merupakan pilihan yang lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena tekanan. Langkah itu dinilai sebagai peluang untuk memperkuat persaudaraan dan menciptakan stabilitas keamanan yang lebih baik di Papua.

Koops TNI Habema juga mengajak pihak lain yang masih berada di kelompok bersenjata untuk menempuh jalan damai. Seruan itu menegaskan bahwa masa depan Papua akan lebih baik jika dibangun lewat persatuan, dialog, dan semangat kebersamaan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Komitmen menjaga keamanan dengan pendekatan persuasif

Koops TNI Habema bersama unsur pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memakai pendekatan humanis dan persuasif dalam menjaga keamanan di Papua. Cara ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya merawat kepercayaan masyarakat dan mendorong lebih banyak pihak ikut menciptakan suasana yang aman.

Kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat ruang dialog. Dengan dukungan itu, langkah lima anggota OPM yang menyatakan setia kepada NKRI menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghadirkan Papua yang damai, stabil, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Source: mediaindonesia.com

Terkait