4 Portable Power Station dengan Solar Panel, Cadangan Daya yang Lebih Tenang Saat Listrik Padam

Author: Cung Media

Portable power station makin dilirik sebagai cadangan daya saat listrik padam, apalagi untuk pengguna yang butuh pasokan listrik di rumah, saat camping, atau ketika jauh dari jaringan PLN. Dukungan solar panel membuat pengisian ulang jadi lebih fleksibel dan tidak selalu bergantung pada stopkontak.

Bagi banyak orang, kombinasi baterai besar dan port yang lengkap lebih penting daripada sekadar bentuk ringkas. Dari empat model berikut, masing-masing menawarkan pendekatan yang berbeda, mulai dari fokus mobilitas sampai kapasitas besar untuk kebutuhan yang lebih berat.

1. JETE PS300, ringkas dan mudah dibawa

JETE PS300 cocok untuk pengguna yang mengutamakan mobilitas karena bobotnya sekitar 3 kilogram dan desainnya ringkas. Perangkat ini menyediakan enam port untuk mengisi beberapa perangkat sekaligus, dengan dukungan pengisian lewat kabel USB-C, panel surya, dan soket mobil.

Harga JETE PS300 mulai Rp3,2 jutaan. Salah satu ulasan pembeli di Shopee menyebut, “Joss, desain elegan. Bintang lima,” yang menandakan respons positif terhadap tampilan dan pengalaman pakainya.

2. VIVAN VPS-P300, kapasitas besar dalam bodi tetap praktis

VIVAN VPS-P300 hadir dengan tampilan hitam doff dan kapasitas baterai 96.000mAh. Port yang tersedia mencakup AC, DC, USB-A, dan USB Type-C, sehingga pengguna bisa mengisi banyak perangkat dalam waktu yang sama.

Produk ini juga dibekali chip keamanan yang umum dipakai di industri otomotif untuk membantu mencegah korsleting, overcharge, overcurrent, dan gangguan listrik lain. Harga VIVAN VPS-P300 mulai Rp3 jutaan, dan seorang pembeli di Shopee menulis, “Kualitas luar biasa baik, tampilan baik dan elegan, bobot ringan bisa dibawa buat camping ground,sangat puas dengan kualitasnya,”.

3. AZKO Powerlite 300W, kompak dengan arus lebih stabil

AZKO Powerlite 300W memiliki kapasitas 268Wh dan ukuran sekitar 22 x 13 x 18 sentimeter. Handle di bagian atas membantu mobilitas, sementara port USB-A, USB Type-C, AC, dan DC memberi fleksibilitas untuk gadget maupun peralatan elektronik.

Nilai tambah utamanya ada pada fitur Pure Sine Wave yang membuat arus listrik lebih stabil untuk perangkat sensitif seperti laptop, monitor, dan alat komunikasi. Harga AZKO Powerlite 300W berada di kisaran Rp3 jutaan, dengan ulasan pengguna yang beragam, mulai dari “Mantap,” hingga keluhan terkait produk rusak setelah 13 bulan pemakaian.

4. Anker Solix C1000, opsi premium untuk beban lebih berat

Anker Solix C1000 berada di kelas premium dengan kapasitas hingga 1.000Wh, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan daya yang lebih besar dan durasi pakai yang lebih panjang. Perangkat ini dapat digunakan untuk mesin kopi, pendingin udara portabel, televisi, laptop, dan berbagai peralatan elektronik lainnya.

Anker membangun Solix C1000 dengan struktur unibody yang kokoh dan komponen elektronik kelas industri. Teknologi Gallium Nitride atau GaN membantu meningkatkan efisiensi pengisian daya sekaligus mengurangi panas, sehingga sistem pendinginan bisa bekerja lebih optimal dan suara operasinya cenderung lebih rendah.

Harga Anker Solix C1000 mulai Rp29 jutaan. Di laman resmi Ankersolix.com, seorang pembeli menyebut perangkat ini sebagai “An absolute lifesaver for off-grid living—fast setup, powerful charging, and total reliability,”.

Dipilih sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut tren

Empat portable power station ini menawarkan karakter yang berbeda. JETE PS300 dan AZKO Powerlite 300W lebih pas untuk kebutuhan portabel dan penggunaan ringan, sementara VIVAN VPS-P300 memberi ruang lebih besar lewat kapasitas 96.000mAh dan fitur keamanan yang lebih lengkap.

Untuk kebutuhan daya yang lebih berat, Anker Solix C1000 berada di level paling tinggi di daftar ini. Dengan dukungan solar panel, seluruh perangkat tersebut bisa menjadi cadangan daya yang lebih fleksibel saat listrik padam atau ketika akses ke sumber listrik terbatas.

Source: www.suara.com
Terbaru