Juan Hernandez mungkin tidak menyangka tawaran kerja sebagai tukang las pada 2015 akan mengubah hidupnya. Dari upah sekitar US$ 28 per jam, kepemilikan sahamnya di SpaceX kini bernilai lebih dari US$ 1.046.175.
Nilai itu membuat aset Juan melonjak jauh di atas bayaran hariannya dulu, sekaligus menempatkannya ke level kekayaan baru. Yang paling menarik, bagian terbesar perubahan itu bukan berasal dari gaji, melainkan dari paket saham senilai US$ 10.000 yang ia terima saat diterima bekerja.
Awal yang dianggap biasa
Juan mengaku saat itu tidak mengenal SpaceX dan mengira pekerjaan tersebut hanyalah kontrak biasa. Ia juga belum pernah menerima saham dari pekerjaan lain, sehingga fasilitas itu tidak terasa istimewa pada awalnya.
Bayaran yang ia terima pun tidak jauh berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Namun, paket kepemilikan saham yang menyertai tawaran kerja itu kelak menjadi pembeda paling besar dalam hidupnya.
Sepuluh tahun membangun roket
Selama 10 tahun bekerja di SpaceX, Juan ikut membangun struktur pendukung roket dan infrastruktur peluncuran. Dalam perjalanan karier itu, ia kemudian naik pangkat menjadi supervisor.
Pengalaman itu membuatnya melihat langsung bagaimana kebijakan kepemilikan saham bisa memengaruhi semangat kerja. Menurutnya, pekerja dari berbagai posisi, mulai dari tukang las, koki, hingga teknisi, bisa merasa ikut memiliki perusahaan.
Saham yang melonjak setelah IPO
Perjalanan SpaceX di pasar modal menjadi titik penting dalam lonjakan nilai saham Juan. Pada Juni 2026, perusahaan antariksa milik Elon Musk itu resmi melantai di Bursa Efek Nasdaq dengan nilai IPO mencapai US$ 75 miliar.
Saham SpaceX dengan kode SPCX langsung bergerak tajam setelah debut perdagangan. Pada hari pertama, harga sahamnya ditutup di level US$ 160,95 per lembar.
Dengan kepemilikan sekitar 6.500 lembar saham, nilai aset Juan kini menembus lebih dari US$ 1.046.175. Angka itu membuatnya masuk ke kelompok jutawan, meski ia mengaku tetap ingin terus bekerja.
Tetap rendah hati setelah jadi jutawan
Setelah meninggalkan SpaceX, Juan bergabung dengan Blue Origin, perusahaan roket milik Jeff Bezos. Meski hidupnya berubah besar, ia menegaskan dirinya tetap rendah hati.
Jika diberi kesempatan berbicara langsung dengan Elon Musk, Juan hanya ingin mengucapkan terima kasih. Ia menilai Musk telah membuka peluang bagi banyak pekerja dengan latar belakang sederhana.
Menurut Juan, orang-orang seperti tukang las, tukang listrik, dan koki kini punya masa depan keluarga yang jauh lebih baik berkat kesempatan itu.
