Memilih iPad pada 2026 tidak lagi soal “mahal atau murah” semata. Perbedaannya sudah makin tegas, karena tiap model kini menyasar kebutuhan yang sangat berbeda, dari pemakaian ringan sampai kerja profesional.
Apple juga memperjelas arah itu lewat chip yang makin kuat, aksesori yang lebih lengkap, dan iPadOS yang makin matang. Hasilnya, iPad makin tipis jaraknya dengan laptop, tetapi justru makin sulit dipilih jika kebutuhan pengguna belum jelas.
iPad reguler masih paling aman untuk penggunaan sehari-hari
Untuk banyak orang, iPad generasi ke-11 masih terasa paling masuk akal. Model ini memakai chip A16, layar 11 inci, USB-C, Touch ID, dan kamera 12MP untuk kebutuhan seperti menonton video, kelas online, membaca dokumen, dan produktivitas ringan.
Harga awalnya ada di kisaran US$299, sehingga menjadi pintu masuk paling terjangkau ke ekosistem Apple. Meski belum mendukung Apple Intelligence karena keterbatasan memori, kekurangan itu belum terlalu penting bagi pengguna yang hanya butuh fungsi dasar tablet.
iPad Air M4 naik kelas ke kebutuhan kerja serius
Bagi pelajar, pekerja kantoran, dan kreator konten, iPad Air 2026 menawarkan titik tengah yang sangat menarik. Perangkat ini memakai chip M4, hadir dalam ukuran 11 inci dan 13 inci, serta dibekali RAM 12GB dan dukungan penuh Apple Intelligence.
Kombinasi itu membuatnya jauh lebih siap untuk komputasi modern. Pengguna juga bisa memanfaatkan Apple Pencil Pro dan Magic Keyboard untuk mengejar produktivitas yang lebih serius.
Dengan harga mulai US$559 untuk varian 11 inci, iPad Air berada di posisi yang sulit diabaikan. Model ini terasa cukup kuat untuk pekerjaan harian, tetapi belum semahal iPad Pro.
iPad Mini tetap relevan untuk mereka yang bergerak terus
Di saat banyak tablet mengejar layar besar, iPad Mini tetap menjaga identitasnya sebagai perangkat ringkas. Generasi ketujuhnya memakai chip A17 Pro dan layar 8,3 inci yang mudah dibawa ke mana saja.
Ukuran kompak ini jadi daya tarik utama bagi pengguna yang sering bepergian, suka membaca, mencatat, atau bermain gim. Meski refresh rate-nya masih 60Hz, performanya tetap mampu menangani aplikasi berat dan fitur berbasis AI.
iPad Pro M5 hanya masuk akal kalau butuh tenaga ekstrem
Di kelas tertinggi, iPad Pro dengan chip M5 ditujukan untuk pengguna yang benar-benar membutuhkan performa besar. Tablet ini hadir dengan layar OLED 120Hz, RAM hingga 16GB, dan kemampuan komputasi yang disebut bisa menyaingi laptop profesional.
Target utamanya adalah desainer grafis, editor video, ilustrator digital, dan musisi yang membutuhkan perangkat fleksibel namun sangat bertenaga. Namun harga awalnya juga tinggi, yakni sekitar US$900 untuk model 11 inci dan US$1.200 untuk model 13 inci.
Jika ditambah Magic Keyboard yang dijual terpisah, total biayanya makin besar. Karena itu, iPad Pro lebih tepat dipilih saat kebutuhan kerja memang sudah berada di level paling berat.
iPadOS 27 ikut mengubah cara iPad dipakai
Selain perangkat keras, Apple juga terus memperkuat sisi perangkat lunak. iPadOS 27 yang akan hadir pada akhir 2026 membawa peningkatan besar pada integrasi kecerdasan buatan.
Siri disebut akan bekerja dengan dukungan teknologi berbasis Google Gemini untuk menghadirkan pengalaman yang lebih cerdas. Fitur multitasking juga makin matang lewat windowed apps yang memungkinkan beberapa aplikasi dibuka dan diatur sekaligus seperti di desktop.
Perkembangan ini membuat iPad tidak lagi terasa sebagai perangkat konsumsi konten semata. Apple tampak semakin serius menjadikannya alat produktivitas utama bagi sebagian pengguna.
Pada akhirnya, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing. iPad generasi ke-11 cocok untuk yang ingin paling hemat, iPad Air M4 pas untuk kerja yang lebih serius, iPad Mini unggul dalam mobilitas, dan iPad Pro M5 layak untuk pengguna profesional yang memang membutuhkan tenaga ekstra.
