Steam Machine mulai memicu tanda tanya besar setelah benchmark yang beredar menunjukkan performa yang belum meyakinkan untuk game berat. Salah satu angka yang paling disorot adalah dugaan hasil hanya 28 FPS di Cyberpunk 2077 pada 1440p, setting medium, dengan ray tracing aktif.
Kondisi itu langsung menggeser perbincangan dari sekadar antusiasme terhadap format gaming PC bergaya konsol menjadi pertanyaan soal nilai beli. Saat perangkat ini dibanderol mulai 1,049 Dollars, banyak gamer mulai membandingkannya dengan konsol generasi sekarang dan PC rakitan di kelas harga yang serupa.
Hasil benchmark yang memicu perdebatan
Laporan yang dibagikan Play4Index menjadi pemantik utama diskusi. Selain Cyberpunk 2077, game berat lain seperti Black Myth: Wukong juga dilaporkan berjalan di kisaran 20 FPS pada 1440p dengan setelan Very High.
Angka-angka tersebut belum bisa dianggap final tanpa verifikasi independen. Namun, hasil yang beredar sudah cukup untuk memunculkan kekhawatiran bahwa Steam Machine belum mampu memberi pengalaman yang nyaman di sejumlah game AAA modern.
| Game | Performa yang Dilaporkan |
|---|---|
| Cyberpunk 2077 | 28 FPS di 1440p, medium, ray tracing aktif |
| Black Myth: Wukong | Sekitar 20 FPS di 1440p, Very High |
Harga ikut membuat posisi Steam Machine dipertanyakan
Masalahnya bukan hanya ada pada frame rate. Dengan harga mulai 1,049 Dollars, perangkat ini berada di atas PS5 standar dan PS5 Pro, bahkan setelah kenaikan harga konsol Sony tersebut.
Perbandingan itu membuat ekspektasi terhadap Steam Machine ikut naik. Jika perangkat yang lebih mahal masih kesulitan menandingi performa konsol di sejumlah game, wajar bila kritik soal value for money langsung menguat.
Steam Machine juga berada di posisi yang agak rumit karena menjual kompromi tertentu. Produk ini bukan konsol tradisional, tetapi juga bukan desktop gaming penuh yang bisa disusun bebas sesuai kebutuhan performa.
Perbandingan dengan PS5 menambah tekanan
Diskusi soal performa semakin panas setelah sejumlah ulasan dan analisis, termasuk dari Digital Foundry, menilai perangkat gaming PC ringkas dari Valve itu bisa kesulitan menyamai PS5 di beberapa judul. Beberapa game yang ikut disorot antara lain Alan Wake 2, Crimson Desert, dan Forza Horizon 5.
Dalam sejumlah kasus, PS5 disebut mampu mencatat frame rate rata-rata lebih tinggi dengan konfigurasi yang lebih sederhana. Hal ini penting karena daya tarik perangkat bergaya konsol biasanya terletak pada kemudahan, bukan kerumitan pengaturan tambahan.
Bagi calon pembeli, situasi itu membuat pertanyaan utama makin jelas: apakah Steam Machine benar-benar menawarkan perpaduan terbaik antara fleksibilitas PC dan kenyamanan konsol. Jika performanya tertinggal di game berat, titik tengah yang ditawarkan bisa terasa kurang menarik.
Komunitas masih terbelah
Di media sosial dan Reddit, respons pengguna terbagi dua. Sebagian mempertanyakan kelayakan membeli perangkat premium jika hasil awalnya belum memuaskan di game berat.
Sebagian lain masih melihat kekuatan Steam Machine pada desain ringkas, akses ke ekosistem Steam yang luas, dan fleksibilitas platform PC. Namun, argumen tandingan tetap kuat karena banyak penggemar PC menilai sistem gaming lain di harga serupa bisa memberikan performa yang lebih tinggi.
Untuk saat ini, benchmark yang beredar belum cukup untuk memberi gambaran akhir tentang kemampuan Steam Machine secara keseluruhan. Tetapi angka 28 FPS di Cyberpunk 2077 dan sekitar 20 FPS di Black Myth: Wukong sudah cukup untuk menempatkan performanya di pusat perdebatan soal harga, posisi pasar, dan kelayakannya menghadapi game AAA modern.
