4 Perangkat Ini Jangan Lewat USB Hub, Kinerjanya Bisa Lambat dan Rentan Bocor

USB hub memang terasa seperti solusi cepat saat port laptop makin terbatas. Namun, tidak semua perangkat aman atau nyaman dipindahkan ke hub, karena ada yang butuh daya besar, bandwidth lebar, dan koneksi yang stabil.

Risikonya bukan cuma soal performa yang melambat. Pada perangkat tertentu, penggunaan hub juga bisa memunculkan gangguan, panas berlebih, hingga celah keamanan data.

Perangkat yang butuh bandwidth besar paling rentan

External GPU dan webcam 4K termasuk perangkat yang sebaiknya tidak dipasang ke USB hub. Keduanya membutuhkan jalur data yang lega, sementara hub hanya berbagi sumber daya dari satu port USB.

Pada koneksi USB 3.0, total bandwidth dibatasi di 5Gbps. Angka itu masih memadai untuk satu perangkat, tetapi cepat terasa sempit saat dibagi ke beberapa koneksi sekaligus.

Jika bandwidth menipis, eGPU dan webcam beresolusi tinggi bisa bekerja tidak stabil. Efeknya dapat berupa frame rate tersendat, artefak visual, atau gangguan saat panggilan video penting.

Pengisian cepat juga tidak ideal lewat hub biasa

Ponsel dan tablet yang mengandalkan fast charging sebaiknya tidak disambungkan ke USB hub biasa. Hub tanpa jalur daya khusus hanya menyalurkan daya dari port yang menampungnya, sehingga suplai yang tersedia terbatas.

Smartphone modern umumnya membutuhkan sekitar 20W atau lebih untuk pengisian cepat. Jika hub tidak mampu menyediakannya, proses pengisian akan jauh lebih lambat dan hub juga bisa ikut panas.

Kondisi itu makin terasa saat beberapa perangkat boros daya dipasang bersamaan pada hub tanpa daya eksternal. Bahkan powered hub pun tidak selalu mendukung fast charging, sehingga port USB-C langsung di laptop atau charger dinding tetap lebih masuk akal untuk kebutuhan ini.

SSD dan HDD eksternal sebaiknya ikut langsung ke komputer

Penyimpanan eksternal juga lebih aman dipasang langsung ke komputer. SSD dirancang untuk transfer cepat dan andal, tetapi performanya bisa turun saat bandwidth dibagi dengan perangkat lain di hub.

External hard drive memang sejak awal lebih lambat daripada SSD. Saat jalurnya dipotong lagi lewat hub, proses yang normalnya singkat bisa berubah menjadi hitungan menit atau lebih.

Masalah lain muncul bila hub memakai versi USB yang lebih lama. Kecepatan transfer akan mengikuti batas versi itu, lalu turun lagi jika banyak perangkat cepat berbagi jalur yang sama.

Ada juga risiko hub bus-powered tidak sanggup memasok daya yang cukup ke drive eksternal. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan bisa turun atau perangkat terputus, dan dampaknya tidak hanya terasa saat menyalin file.

Load time game dan aplikasi juga bisa ikut melambat ketika sistem harus mengakses data dari drive eksternal melalui hub. Akibatnya, seluruh perangkat terasa lebih berat saat bergantung pada penyimpanan tersebut.

Hub murah juga bisa membuka risiko keamanan

Perangkat yang sensitif sebaiknya tidak dicampur sembarangan di hub yang sama. USB hub murah dapat membuka celah keamanan, termasuk channel-to-channel crosstalk leakage, yaitu kondisi ketika data pada satu jalur bisa bocor melalui sifat fisik hub.

Ugreen menyebut 90% hub yang mereka uji mengalami crosstalk leakage. Temuan itu menunjukkan bahwa kualitas hub sangat memengaruhi keamanan data yang lewat di dalamnya.

Sejumlah hub juga punya desain yang lemah, termasuk minim isolasi antarp port. Celah seperti ini membuat data dari perangkat lain lebih mudah diintip atau disadap.

Karena itu, hub dari merek tepercaya dan model dengan enkripsi bawaan lebih layak dipertimbangkan bila data penting harus melewatinya. Untuk perangkat yang haus daya, butuh bandwidth besar, atau membawa data sensitif, sambungan langsung tetap jadi pilihan yang lebih aman dan lebih stabil.

USB hub tetap berguna untuk periferal ringan seperti keyboard, mouse, atau aksesori sederhana. Tetapi untuk empat kelompok perangkat tadi, koneksi langsung ke laptop atau charger sering kali memberi hasil yang lebih cepat, lebih konsisten, dan lebih aman.

Baca Juga

Back to top button