38 Tahun Menunggu Terbayar, Timnas Indonesia Hantam Oman 3-0 di SUGBK

Timnas Indonesia akhirnya memutus penantian panjang saat menaklukkan Oman dengan skor meyakinkan 3-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Hasil ini terasa istimewa karena Garuda baru kembali menang atas Oman setelah 38 tahun.

Kemenangan tersebut bukan hanya soal tiga poin atau skor besar, tetapi juga soal momen langka yang lama tidak muncul. Indonesia terakhir kali mengalahkan Oman pada 18 Januari 1988 dengan skor yang sama, 3-0, dalam ajang King’s Cup di Thailand.

Awal laga langsung jadi milik Indonesia

Sejak peluit awal, Indonesia tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Oman. Tim lawan dipaksa bekerja keras untuk meredam serangan yang datang bertubi-tubi dari sisi depan.

Peluang pertama Indonesia hadir lewat sundulan Nathan Tjoe-A-On, tetapi bola masih bisa diamankan lini belakang Oman. Tekanan yang terus dijaga akhirnya berbuah gol pada menit ke-13.

Gol pembuka lahir dari situasi bola mati. Tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On disambut sundulan Justin Hubner yang berakhir di gawang Oman.

Unggul dua gol sebelum turun minum

Setelah memimpin, Indonesia tidak menurunkan tempo permainan. Serangan tetap mengalir, dan Ole Romeny kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-27.

Romeny menembus pertahanan Oman dan menuntaskan peluang dengan tenang. Skor 2-0 membuat Indonesia tampil lebih nyaman dalam mengontrol jalannya pertandingan.

Oman sempat punya kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan lewat penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Justin Hubner melakukan pelanggaran di kotak terlarang, tetapi Hatem Al Rushadi gagal menaklukkan Emil Audero.

Audero membaca arah bola dengan baik dan menjaga gawang Indonesia tetap aman. Kegagalan penalti itu membuat Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Gol ketiga mengunci dominasi Garuda

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap menjaga intensitas serangan. Tekanan yang konsisten membuat Oman kesulitan keluar dari tekanan dan membangun serangan berbahaya.

Hasilnya datang pada menit ke-57 melalui Ragnar Oratmangoen. Gol itu membuat Indonesia semakin nyaman dan menambah jarak yang sulit dikejar lawan.

Oman mencoba merespons, tetapi peluang mereka belum cukup tajam. Tendangan Musaab Hamed Almamari melenceng dari sasaran, sementara sepakan keras Ahad Alhabshi Almusahikhi masih bisa ditepis Emil Audero.

Lini belakang dan kiper ikut berperan besar

Kemenangan ini tidak hanya ditopang efektivitas lini depan, tetapi juga disiplin pertahanan. Emil Audero tampil penting karena berhasil menggagalkan penalti dan menahan peluang berbahaya Oman di babak kedua.

Di sisi lain, Indonesia juga punya peluang tambahan untuk memperbesar skor. Ole Romeny hampir mencetak gol keduanya, sedangkan Saddil Ramdani sempat mencoba menambah angka, tetapi tembakannya belum menemui sasaran.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-0 tetap bertahan untuk Indonesia. Hasil itu menegaskan dominasi Garuda sekaligus menghapus penantian 38 tahun untuk kembali mengalahkan Oman.

Setelah laga ini, Timnas Indonesia dijadwalkan kembali menjalani pertandingan persahabatan melawan Timnas Mozambik di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB. Modal kemenangan atas Oman memberi Indonesia dorongan penting untuk menjaga momentum positif pada laga berikutnya.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button