Refresh Rate Tinggi Bikin Game Makin Mulus, Tapi Baterai Harus Bayar Mahal

Refresh rate tinggi makin sering dipilih gamer karena memberi tampilan yang lebih mulus saat layar harus mengejar gerakan cepat. Dalam permainan yang bergerak intens, efek patah-patah berkurang dan visual terasa lebih nyaman dilihat.

Bagi pemain kompetitif, perubahan ini bukan sekadar soal estetika. Respons yang lebih cepat membuat aksi di layar terasa lebih dekat dengan perintah yang diberikan, terutama saat tempo permainan sedang tinggi.

Gerakan game terlihat lebih hidup

Samsung menjelaskan bahwa refresh rate tinggi membantu gerakan di game tampil lebih halus dan tidak mudah terputus. Efek blur juga bisa berkurang, sehingga detail pergerakan lebih mudah diikuti mata.

Dampaknya terasa pada animasi yang penuh aksi, seperti mobil melaju, karakter berlari, terbang, menembak, atau menebas. Semua gerakan itu terlihat lebih utuh dan menyatu, sehingga dunia game terasa lebih realistis.

Kondisi tersebut ikut memperkuat sensasi imersif saat bermain. Pemain bisa lebih fokus pada aksi yang terjadi di layar karena gangguan visual menjadi lebih kecil.

Kontrol terasa lebih responsif

Lenovo menerangkan bahwa refresh rate tinggi juga dapat mengurangi input lag. Input lag adalah jeda antara perintah fisik yang dilakukan dan respons yang muncul di layar.

Saat jeda itu menurun, layar terasa lebih sigap merespons sentuhan, klik, atau gerakan. Dalam situasi menembak, misalnya, karakter dapat bereaksi hampir tanpa jeda setelah mouse ditekan.

Bagi gamer profesional dan atlet e-sport, hal ini punya bobot besar. Setiap percepatan respons dapat membantu keputusan di tangan terasa lebih cepat sampai ke aksi di dalam game.

Ada harga yang dibayar di baterai

Di balik keunggulannya, refresh rate tinggi memerlukan daya baterai lebih besar. HONOR menyebut layar harus memakai lebih banyak energi untuk menampilkan lebih banyak frame dalam satu detik.

Akibatnya, perangkat bisa lebih cepat menguras baterai saat dipakai bermain. Karena itu, refresh rate tinggi sering dipandang kuat untuk performa, tetapi kurang hemat daya.

Teknologi LTPO bisa membantu karena mampu menyesuaikan refresh rate sesuai aktivitas di layar. Namun, belum semua perangkat sudah mengadopsi teknologi ini.

Belum semua perangkat punya dukungan sama

Refresh rate tinggi juga belum hadir merata di semua perangkat, termasuk monitor, laptop, dan smartphone. SmartPrix menyebut sejumlah smartphone mid-range dan flagship seperti realme 16T, iQOO Z11, OPPO Find X9 Ultra, dan OnePlus Nord 5 5G sudah membawa refresh rate tinggi hingga 144 Hz.

Di kelas monitor, angka 360 Hz, 480 Hz, hingga 720 Hz umumnya masih ditemukan pada perangkat kelas atas seperti ASUS ROG Swift. Untuk laptop, refresh rate tinggi biasanya muncul pada laptop gaming dan laptop kelas atas.

Perangkat murah umumnya masih berada di kisaran 60–90 Hz. Game tetap bisa berjalan, tetapi gerakannya cenderung tidak semulus perangkat dengan refresh rate tinggi.

Pilihan refresh rate akhirnya menjadi soal prioritas antara kelancaran visual dan efisiensi daya. Bagi yang mengejar pengalaman bermain paling halus, fitur ini memberi keuntungan nyata, tetapi konsekuensi pada baterai tetap perlu diperhitungkan.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button