Ajang Kapolda Jatim Cup E-Sport Competition 2026 di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, memperlihatkan bahwa e-sport di Jawa Timur sudah bergerak jauh melampaui sekadar hiburan. Ribuan gamer yang datang dari berbagai daerah menunjukkan besarnya minat anak muda terhadap kompetisi digital yang kini juga dipakai sebagai ruang pembinaan.
Sebanyak 3.665 peserta yang tergabung dalam 733 tim ambil bagian dalam turnamen Mobile Legends itu. Kompetisi ini digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 dan menjadi panggung besar bagi gamer muda untuk bersaing di level daerah.
Pertarungan ketat sampai partai final
Laga puncak mempertemukan tim dari Kota Batu dan tim dari Kabupaten Jember. Tim dari Kota Batu akhirnya keluar sebagai juara, menegaskan bahwa persaingan di turnamen ini berjalan ketat sejak awal hingga final.
Besarnya jumlah peserta juga menggambarkan semakin luasnya basis pemain di daerah tersebut. Di tengah kondisi itu, turnamen tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga menjadi ajang pemantauan potensi yang bisa dikembangkan lebih jauh.
Jalur pencarian atlet muda
Polda Jawa Timur menempatkan kompetisi ini sebagai sarana mencari bibit atlet e-sport menuju Kapolri Cup E-Sport 2026. Posisinya bukan semata turnamen untuk menentukan juara, melainkan bagian dari pembinaan generasi muda di era digital.
Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menilai e-sport sudah menjadi ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan karakter. Ia juga menekankan bahwa kompetisi seperti ini perlu diarahkan agar potensi gamer muda tidak berhenti di level hobi.
Menurut Kombes Bimo, tujuan kegiatan ini adalah melahirkan atlet e-sport berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional. Karena itu, turnamen ditempatkan sebagai bagian dari pembinaan, bukan sekadar ajang mencari pemenang.
| Data Utama | Informasi |
|---|---|
| Jumlah peserta | 3.665 |
| Jumlah tim | 733 |
| Cabang permainan | Mobile Legends |
| Partai final | Kota Batu vs Kabupaten Jember |
| Pemenang | Tim dari Kota Batu |
Teknologi, sportivitas, dan ruang digital yang aman
Kombes Bimo juga mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi secara positif dan menjunjung sportivitas. Ia menekankan pentingnya menjadi pelopor keamanan di ruang digital, bukan hanya aktif sebagai pemain di dalamnya.
PB ESI Jawa Timur mencatat ada sekitar 50 ribu gamer di Jawa Timur, dengan mayoritas berusia sekitar 19 tahun. Dari jumlah itu, 44 persen di antaranya bermain Mobile Legends, menunjukkan besarnya basis pemain yang membutuhkan pembinaan yang terarah.
Data tersebut memperlihatkan bahwa e-sport di Jawa Timur memiliki ekosistem yang besar dan masih terus tumbuh. Dengan basis pemain yang luas, ajang seperti Kapolda Jatim Cup menjadi salah satu cara untuk menghubungkan minat digital anak muda dengan prestasi yang lebih terukur.
Waspada ancaman siber di tengah pesatnya aktivitas digital
Di saat yang sama, Kombes Bimo mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kejahatan siber seperti penipuan online, phishing, pencurian data pribadi, peretasan akun, hoaks, judi online, dan penyalahgunaan media sosial. Pesan ini menegaskan bahwa ruang digital menyimpan peluang sekaligus risiko yang harus dihadapi dengan cara yang cerdas.
Ia menekankan pentingnya menjaga ruang siber Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar tetap aman, sehat, dan produktif. Semangat itu selaras dengan tujuan turnamen yang ingin membangun prestasi sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dunia nyata maupun di ruang digital.
Source: nusantaraabadinews.com






