3 Sinyal On-Chain Bitcoin yang Mengarah ke Kapitulasi Makin Dalam

Author: Cung Media

Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah terkoreksi lebih dari 20 persen dalam sebulan terakhir. Di tengah pelemahan itu, beberapa indikator on-chain mulai menunjukkan pola yang kerap muncul saat pasar mendekati fase kapitulasi.

Arus dana ETF, posisi untung-rugi holder, dan distribusi pasokan kini sama-sama memberi sinyal bahwa tekanan jual belum benar-benar mereda. Bagi pasar crypto, kombinasi ini sering dibaca sebagai tanda bahwa sentimen masih rapuh meski harga sudah banyak terkoreksi.

ETF Bitcoin Masih Tertekan Arus Keluar

Data dari Santiment menunjukkan exchange-traded fund atau ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih sekitar US$8,475 miliar sejak 6 Mei 2026. Besarnya outflow ini menandakan sebagian investor, baik institusional maupun ritel, memilih mengurangi eksposur ke Bitcoin di tengah ketidakpastian pasar.

Menurut Santiment, arus keluar yang berlangsung lama tidak selalu buruk. Dalam banyak siklus sebelumnya, kondisi seperti ini justru muncul saat rasa frustrasi dan kepanikan investor yang lemah mulai memuncak, sehingga tekanan jual mendekati titik jenuh.

Semakin Banyak BTC Masuk Zona Rugi

Glassnode mencatat sekitar 10,83 juta BTC kini berada dalam posisi rugi, sementara BTC yang masih berada dalam posisi untung hanya sekitar 9,22 juta. Untuk pertama kalinya dalam siklus ini, pasokan yang merugi melampaui pasokan yang masih menghasilkan keuntungan.

Kondisi seperti ini biasanya membuat pasar lebih sensitif terhadap kabar negatif. Saat lebih banyak holder berada di bawah harga beli, potensi aksi jual lanjutan cenderung meningkat karena tekanan psikologis ikut membesar.

Indikator Data Terkini Makna Pasar
ETF Bitcoin Outflow bersih sekitar US$8,475 miliar sejak 6 Mei 2026 Eksposur investor berkurang di tengah ketidakpastian
Pasokan BTC Rugi 10,83 juta BTC Lebih banyak holder berada dalam tekanan psikologis
Pasokan BTC Untung 9,22 juta BTC Jumlah BTC yang masih untung kini lebih sedikit

Net UTXO Supply Ratio Kembali Negatif

Analis on-chain Darkfost menyoroti Net UTXO Supply Ratio yang telah bergerak ke wilayah negatif selama sekitar satu minggu dan kini berada di level -0,075. Menurut Darkfost, pola serupa terakhir kali terlihat pada akhir 2022, tepat menjelang berakhirnya bear market sebelumnya.

Net UTXO Supply Ratio dipakai untuk mengukur keseimbangan antara Bitcoin yang berada dalam kondisi untung dan rugi berdasarkan harga saat terakhir berpindah tangan. Ketika rasio ini turun ke wilayah negatif, itu berarti jumlah BTC yang sedang merugi lebih dominan dibandingkan yang masih menguntungkan.

Kapitulasi Sering Jadi Titik Patah Pasar

Dalam pasar aset digital, kapitulasi adalah fase ketika sebagian besar pelaku pasar menyerah setelah tekanan berkepanjangan. Ciri utamanya adalah volume jual yang tinggi, sentimen yang sangat negatif, dan dominasi narasi pesimistis.

Meski terdengar buruk, fase ini kerap dianggap penting dalam pembentukan dasar harga. Setelah investor dengan keyakinan lemah keluar, tekanan jual biasanya mulai berkurang dan ruang pemulihan menjadi lebih terbuka.

Risiko Koreksi Belum Hilang

Walau sederet indikator mulai memperlihatkan kelelahan penjual, risiko penurunan belum sepenuhnya hilang. Salah satu faktor yang masih dipantau analis adalah Coinbase Premium yang sempat bergerak negatif dalam beberapa bulan terakhir.

Secara historis, kondisi serupa pernah terjadi pada Januari ketika harga Bitcoin masih sekitar US$95.000, lalu beberapa minggu kemudian terkoreksi lebih dari 30 persen. Saat ini, periode Coinbase Premium negatif berlangsung lebih lama dibandingkan sebelumnya, sehingga pasar masih menyimpan risiko lanjutan.

Pada akhirnya, kombinasi outflow ETF yang besar, pasokan Bitcoin yang makin banyak berada di zona rugi, dan Net UTXO Supply Ratio yang kembali negatif memberi sinyal bahwa pasar sedang berada di bawah tekanan berat. Di sisi lain, pola seperti ini juga kerap muncul saat pasar mulai mendekati fase pembalikan, sehingga investor tetap perlu mencermati perkembangan berikutnya dengan hati-hati.

Seluruh aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi karena harga yang sangat fluktuatif. Karena itu, riset mandiri dan penggunaan dana dingin tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Source: finansial.bisnis.com
Terbaru