243 Santri Tak Lagi Bergantung pada PDAM, Sumur Bor BMH Jatim Kini Mengalir

Kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Malang, kini jauh lebih ringan setelah BMH Jawa Timur meresmikan sumur bor ke-273 di provinsi itu. Fasilitas baru ini langsung dipakai untuk mendukung aktivitas 243 penerima manfaat yang selama ini bergantung pada layanan PDAM swasta.

Bagi pesantren, hadirnya sumber air mandiri bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga soal efisiensi biaya operasional. Air bersih dipakai untuk mandi, mencuci, berwudhu, dan menunjang rutinitas harian santri yang berjalan tanpa henti.

Solusi yang meringankan beban pesantren

Sebelum sumur bor tersedia, seluruh kebutuhan air di pesantren dipenuhi dari pasokan PDAM swasta. Kondisi itu membuat pesantren harus menanggung biaya operasional yang cukup besar dan terus bergantung pada pihak luar.

Dengan sumur bor yang kini sudah mengalir, kebutuhan dasar santri dan pengurus dapat dipenuhi lebih mudah. Program ini juga diharapkan membantu menekan pengeluaran pesantren dalam jangka panjang.

Manfaat langsung dirasakan santri

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kyai Saiful Abidin, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia menilai kebutuhan air bersih para santri sekarang dapat terpenuhi dengan lebih mudah.

Seorang santri, Dias Saputra, merasakan dampak yang sama. Ia menyebut air kini lebih mudah didapat untuk mandi, mencuci, dan berwudhu sehingga aktivitas belajar dan ibadah terasa lebih nyaman.

Wakaf air bersih untuk solusi jangka panjang

Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan bahwa wakaf sumur bor menjadi salah satu program unggulan lembaganya. Program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat dan lembaga pendidikan yang masih terbatas akses air bersih.

Imam juga menyebut peresmian sumur bor ke-273 ini merupakan amanah dari para donatur. Menurut dia, manfaat program tidak hanya pada akses air bersih, tetapi juga pada peningkatan sanitasi, kesehatan, kenyamanan ibadah, dan proses belajar santri.

BMH Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program wakaf air bersih ke berbagai daerah yang masih kekurangan akses air. Dukungan para donatur disebut menjadi kekuatan utama agar lebih banyak pesantren dan masyarakat di pelosok bisa menikmati air bersih sebagai sumber kehidupan, kesehatan, dan keberkahan.

Source: bmh.or.id

Terkait