Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, menjadi salah satu langkah yang diarahkan untuk membuat perempuan desa tidak berhenti di keterampilan produksi saja. Program ini menekankan kemampuan mengelola usaha agar hasil pelatihan bisa berkembang menjadi sumber ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Di Pemalang, pendekatan itu dipandang penting karena usaha perempuan desa diharapkan bukan hanya membantu pendapatan keluarga, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi lingkungan sekitar. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang menempatkan penguatan usaha kelompok sebagai kunci agar program tidak selesai di ruang pelatihan.
Fokusnya bukan sekadar bisa membuat produk
Kepala Bidang PPPA Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Triyatno Yuliharso, menyebut PPEP sebagai upaya pemerintah memperkuat pemberdayaan perempuan melalui keterampilan dan kemampuan mengelola usaha. Ia menekankan bahwa peserta perlu dibekali agar mampu mengembangkan usaha secara konsisten, bukan hanya memproduksi barang sekali jadi.
Menurut Triyatno, pengelolaan yang baik dan pemanfaatan potensi lokal dapat membantu peserta meningkatkan pendapatan keluarga. Pada saat yang sama, langkah tersebut diharapkan memberi dampak pada perekonomian desa secara lebih luas.
| Fokus Pelatihan | Tujuan Utama | Dampak yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Keterampilan produksi | Membekali perempuan desa dengan kemampuan membuat produk | Peserta memiliki dasar usaha yang bisa dikembangkan |
| Manajemen usaha | Mendorong usaha yang berkelanjutan dan tertata | Pendapatan keluarga meningkat dan ekonomi desa menguat |
| Pemanfaatan potensi lokal | Memakai sumber daya desa sebagai penopang usaha | Usaha lebih relevan dengan kondisi dan kebutuhan setempat |
Materi disusun dari hasil asesmen peserta
Pelatihan PPEP berlangsung selama dua hari dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan. Materinya disusun berdasarkan hasil asesmen tahap pertama agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta dan kondisi lapangan.
Pada hari pertama, peserta mengikuti praktik teknis pembuatan produk bersama narasumber praktisi. Setelah itu, mereka menjalani evaluasi hasil praktik, identifikasi kendala, dan diskusi soal peluang pengembangan usaha yang bisa dibawa pulang ke kelompok masing-masing.
Penguatan kelompok jadi pekerjaan lanjutan
Hari kedua diarahkan pada penguatan manajemen kelompok. Materi yang dibahas mencakup pembagian tugas, penyusunan jadwal dan target produksi, pengadaan bahan baku, serta penyusunan standar mutu produk.
Langkah itu ditujukan agar proses produksi berjalan lebih efektif dan efisien. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan untuk mengelola usaha secara lebih tertata bersama kelompoknya.
Pemprov Jateng dan Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang menempatkan PPEP sebagai ruang pembinaan untuk mendorong perempuan desa naik kelas. Harapannya, hasil pelatihan dapat berkembang menjadi usaha kelompok yang kuat dan memberi dampak ekonomi langsung bagi keluarga serta lingkungan desa.
Source: joglojateng.com






