228 Ribu Lolos SPMB Jateng, Daftar Ulang Hanya Sampai 25 Juni

Sebanyak 228.016 calon murid di Jawa Tengah sudah melewati Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMAN dan SMKN. Namun, kelulusan itu belum aman sepenuhnya karena tahap daftar ulang masih menjadi penentu akhir.

Batas daftar ulang ditetapkan pada 25 Juni 2026 pukul 15.00 WIB. Dinas Pendidikan Jawa Tengah menegaskan, calon murid yang tidak melakukan daftar ulang akan dinyatakan gugur dan posisinya bisa digantikan oleh calon cadangan sesuai urutan peringkat berikutnya.

Seleksi berjalan sesuai jadwal

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, menyebut seluruh rangkaian SPMB berjalan sesuai jadwal. Tahapan itu mencakup penyusunan regulasi, publikasi kepada masyarakat, ajuan akun, verifikasi berkas, aktivasi akun, pendaftaran, hingga pengumuman hasil seleksi.

Ia juga mengatakan pengolahan data berjalan baik dan sistem yang sama kini dipakai untuk melayani proses daftar ulang calon murid yang diterima. Pengumuman hasil seleksi sudah dibuka melalui laman resmi SPMB Jateng pada 21 Juni pukul 19.00 WIB.

Data pendaftar dan kursi yang terisi

Menurut data Disdikbud Jateng, total pendaftar SPMB tahun ini mencapai 293.331 calon murid. Dari jumlah itu, 228.016 calon murid berhasil lolos seleksi untuk SMAN dan SMKN di Jawa Tengah.

Rinciannya, 120.417 calon murid diterima di SMA negeri. Sementara itu, 107.599 calon murid lolos ke SMK negeri.

Jadwal calon cadangan sudah disiapkan

Bagi calon murid yang tidak daftar ulang, peluang masih terbuka lewat jalur calon cadangan. Pengumuman calon cadangan dijadwalkan pada 26 Juni 2026, lalu daftar ulang calon cadangan berlangsung pada 29-30 Juni 2026.

Sunarto meminta para calon murid yang sudah lolos untuk tidak melewatkan kesempatan yang ada. Ia menekankan agar waktu yang tersedia dimanfaatkan sebaik-baiknya supaya kelulusan seleksi tidak hilang hanya karena terlambat daftar ulang.

Proses dinilai mudah diikuti

Dari sisi peserta, proses penerimaan ini juga mendapat respons positif. Pompy Saiful Rizal, wali salah satu calon murid yang diterima di SMAN 1 Semarang melalui jalur prestasi, menilai alurnya akuntabel, transparan, dan mudah diikuti.

Ia mengatakan orang tua cukup memantau perkembangan karena prosesnya jelas dan tidak berbelit. Menurutnya, sistem penerimaan memberi kemudahan bagi keluarga untuk mengikuti setiap tahap tanpa kebingungan.

Source: regional.kompas.com

Terkait