Jakarta akan menjadi tuan rumah ajang berkuda internasional yang mempertemukan atlet dari 13 negara di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur. Kejuaraan ini membawa tantangan baru karena para peserta tidak hanya bersaing untuk gelar, tetapi juga diuji dalam adaptasi, teknik, dan konsistensi.
AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1 International Jumping Competition* dijadwalkan berlangsung pada 26-28 Juni 2026. Ajang tersebut digelar bersamaan dengan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 – Equinara Pulomas Open 2026, sehingga kawasan Pulomas kembali menjadi pusat perhatian olahraga berkuda di Indonesia.
13 negara ramaikan persaingan
Selain Indonesia sebagai tuan rumah, kontingen datang dari Australia, Thailand, Hong Kong, Pakistan, Malaysia, Iran, Singapura, Oman, Uzbekistan, Korea Selatan, India, dan Chinese Taipei. Kehadiran peserta dari banyak negara menunjukkan meningkatnya daya tarik Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi equestrian bertaraf internasional.
Komposisi peserta itu juga membuat level persaingan diperkirakan lebih ketat. Bagi Jakarta, kehadiran 13 negara memberi sinyal bahwa kota ini makin diperhitungkan sebagai lokasi kompetisi olahraga berkuda di Asia.
Format borrowed horse menguji adaptasi atlet
Salah satu kelas yang menyita perhatian adalah FEI CSI1 Borrowed Horse Competition*. Dalam format ini, atlet menunggangi kuda yang disiapkan panitia, bukan kuda milik sendiri.
Skema tersebut menuntut kemampuan membaca karakter kuda dalam waktu singkat. Karena itu, pertandingan ini tidak hanya mengukur kecepatan dan ketepatan lompatan, tetapi juga kecermatan atlet dalam beradaptasi.
Venue berstandar internasional
Equinara Horse Sports berada di kawasan JIEPP, venue yang juga digunakan untuk cabang berkuda Asian Games 2018. Fasilitasnya sudah dikenal memiliki standar internasional dan kembali dipilih untuk menggelar ajang penting di level Asia.
Ketua penyelenggara Adinda Yuanita mengatakan event ini dirancang bukan semata untuk perebutan gelar. Ia menegaskan ajang tersebut juga memberi kesempatan bagi atlet Indonesia merasakan atmosfer kompetisi internasional di tanah air.
“Melalui event ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi atlet-atlet Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional di tanah air, meningkatkan kualitas pertandingan, memperluas jaringan dengan komunitas berkuda dunia, serta memperkenalkan olahraga equestrian kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Ofisial FEI dari sembilan negara
Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia menghadirkan ofisial FEI dari sembilan negara. Mereka mencakup Ground Jury President, Course Designer, Steward, dan Veterinary Delegate yang berpengalaman menangani berbagai kejuaraan dunia.
Kehadiran jajaran ofisial itu menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai standar dan regulasi FEI. Langkah ini juga memberi jaminan bahwa kompetisi berlangsung profesional dan tertib sejak awal hingga akhir.
Lebih dari sekadar pertandingan
Selain lomba utama, penyelenggara menyiapkan opening ceremony, technical meeting, training session, welcome dinner, dan rangkaian aktivitas lain. Agenda tersebut terbuka untuk komunitas olahraga, pecinta kuda, keluarga, dan masyarakat umum.
Promosi acara juga dilakukan melalui media digital, media sosial, kolaborasi dengan influencer dan Key Opinion Leader, serta konten kreatif yang ditargetkan menjangkau jutaan masyarakat Indonesia. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa ajang berkuda tersebut ingin hadir lebih dekat dengan publik yang lebih luas.
Dengan hadirnya kejuaraan ini, Jakarta mendapat momentum untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism. Di saat yang sama, kompetisi internasional di Pulomas diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman dan paparan standar global bagi olahraga berkuda nasional.
