Kimmich Akui Jerman Kehilangan Kendali, Ekuador Balik Menang Usai Sempat Tertinggal

Author: Cung Media

Kekalahan 1-2 dari Ekuador meninggalkan catatan keras bagi Timnas Jerman. Joshua Kimmich menilai timnya kehilangan kendali permainan setelah sempat unggul cepat, lalu memberi ruang terlalu besar bagi lawan untuk mengambil alih.

Jerman sebenarnya memulai laga dengan baik lewat gol Leroy Sane saat pertandingan baru berjalan dua menit. Namun, Ekuador langsung membalas melalui Nilson Angulo pada menit kesembilan dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Momentum yang hilang setelah unggul cepat

Kimmich menyebut titik masalah muncul tepat setelah Jerman memimpin. Ia menilai tim terlalu mudah kehilangan bola dan terus mengundang tekanan di area permainan sendiri.

“Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi kemudian terlalu mudah kehilangan bola dan terus mengundang mereka menyerang,” ujar Kimmich, dikutip dari ARD.

Ekuador lebih efektif di babak kedua

Menurut Kimmich, persoalan utama bukan hanya pada skor akhir, tetapi pada hilangnya kontrol atas tempo laga. Situasi itu membuat Ekuador leluasa berkembang dan mengambil alih inisiatif pertandingan.

Gol kemenangan Ekuador akhirnya datang pada menit ke-77 lewat Gonzalo Plata. Gol itu menutup peluang Jerman untuk bangkit dan mengunci hasil maksimal bagi tim Amerika Selatan tersebut.

Undav ikut soroti agresivitas lawan

Penyerang Jerman, Denis Undav, juga memberi penilaian serupa. Ia mengakui Ekuador tampil lebih agresif dan lebih tajam dalam memanfaatkan peluang yang ada.

“Ekuador bermain lebih agresif dan lebih tajam dibanding kami. Itu sesuatu yang harus kami pelajari dan ambil hikmahnya,” kata Undav.

Undav menambahkan bahwa Jerman tidak cukup langsung saat menyerang pada babak kedua. Ia menilai tim gagal membangun ancaman yang benar-benar berbahaya ketika butuh respons.

Masih juara Grup E, tapi ada alarm besar

Meski kalah, Jerman tetap lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup E. Die Mannschaft mengumpulkan enam poin, sama dengan Pantai Gading, tetapi unggul selisih gol.

Hasil itu tetap memberi Jerman posisi teratas di klasemen grup, namun performa melawan Ekuador menjadi alarm penting bagi tim asuhan Julian Nagelsmann. Detail permainan saat sudah memimpin lebih dulu terlihat belum cukup rapi untuk menghadapi fase gugur.

Kekalahan ini juga menjadi bahan evaluasi menjelang babak 32 besar, ketika satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Publik kini menunggu respons Jerman untuk melihat apakah kekalahan dari Ekuador hanya menjadi peringatan keras atau awal dari masalah yang lebih serius.

Source: www.suara.com
Terbaru