12 Strong di Bioskop Trans TV, Misi Afghanistan yang Retak oleh Konflik Sekutu

Author: Cung Media

12 Strong menyoroti perang yang tidak hanya berlangsung antara pasukan Amerika Serikat dan Taliban, tetapi juga di dalam hubungan dengan sekutu di lapangan. Kapten Mitch Nelson harus menjaga misi tetap berjalan ketika kepercayaannya kepada pemimpin Aliansi Utara mulai terguncang.

Film yang dibintangi Chris Hemsworth ini dijadwalkan tayang dalam Bioskop Trans TV pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 20.00 WIB. Ceritanya mengikuti ODA 595, unit kecil yang bergerak ke Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 mengubah situasi keamanan Amerika Serikat.

Film Hari dan Tanggal Jam Tayang Program
12 Strong Sabtu, 18 Juli 2026 20.00 WIB Bioskop Trans TV
Robocop Sabtu, 18 Juli 2026 22.00 WIB Bioskop Trans TV

Misi Berubah Seusai Serangan 11 September

Sebelum kembali bertugas, Mitch Nelson sedang mengambil cuti untuk bersama istri dan anaknya. Rencana itu terhenti setelah serangan terhadap menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001.

Nelson memilih menangguhkan cutinya dan mengajukan diri untuk berangkat ke Afghanistan. Ia kemudian bergabung dengan ODA 595 yang mendapat tugas membongkar pangkal kegiatan terorisme yang diduga berkaitan dengan Afghanistan.

Perjalanan tim ini tidak langsung membawa mereka ke medan tempur utama. ODA 595 terlebih dahulu singgah di Uzbekistan untuk menerima arahan dari Kolonel Mulholland, tokoh yang diperankan William Fichtner.

Setelah menerima pengarahan, Nelson dan tim bergerak diam-diam menggunakan pesawat MH-47 Chinook. Mereka lalu mendarat di selatan Mazar-i-Sharif, kota terbesar keempat di Afghanistan yang menjadi benteng pertahanan Taliban.

Bertaruh pada Kepercayaan Aliansi Utara

Di Afghanistan, ODA 595 diperintahkan bergabung dengan Aliansi Utara yang dipimpin Abdul Rashid Dostum. Sosok Dostum dalam film diperankan Navid Negahban, dan pertemuan pertamanya dengan Nelson menjadi awal kerja sama yang tidak mudah.

Unit tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk menjalankan tugas berbeda. Enam anggota bergerak bersama Dostum menuju pegunungan, sedangkan enam anggota lainnya bertahan di kamp yang dijuluki The Alamo.

Nelson memimpin kelompok yang mendampingi Dostum dalam perjalanan ke wilayah pegunungan. Di sisi lain, Spencer memimpin anggota ODA 595 yang tetap berada di kamp.

Target awal operasi mereka adalah merebut Afghanistan utara dari kendali Taliban. Wilayah itu dikuasai Mullah Razzan, pemimpin Taliban yang menjalankan aturan ketat dan brutal.

Operasi pertama langsung menjadi ujian bagi Nelson di hadapan pasukan Dostum. Anak buah pemimpin Aliansi Utara itu sempat meragukan kemampuannya, sebelum keberhasilan Nelson menghentikan serangan musuh perlahan mengubah sikap mereka.

Keberhasilan tersebut juga membuat Dostum mulai menaruh hormat kepada Nelson. Namun, rasa saling menghargai itu tidak serta-merta menghapus perbedaan cara pandang dalam mengambil keputusan di medan konflik.

Kesalahan Taktikal Memperuncing Ketegangan

Hubungan Nelson dan Dostum memanas setelah kesalahan taktikal menimbulkan korban jiwa. Nelson menilai Dostum ceroboh dan tidak cukup peduli terhadap nyawa orang-orang yang berada dalam operasi tersebut.

Masalah bertambah ketika Nelson mencurigai Dostum menyembunyikan informasi penting. Dostum kemudian mempertanyakan apakah Nelson dan Amerika Serikat benar-benar siap menanggung dampak dari konflik yang mereka hadapi.

Perselisihan itu ikut memicu ketegangan di antara anak buah kedua pihak. Padahal, ODA 595 dan pasukan Aliansi Utara membutuhkan kerja sama untuk melanjutkan serangan terhadap Taliban.

CNN Indonesia menggambarkan konflik dalam film ini sebagai pertemuan antara operasi militer dan rumitnya hubungan dengan pasukan sekutu lokal. Penonton dapat menyaksikan bagaimana Mitch Nelson dan ODA 595 berusaha meredakan perbedaan demi menyelesaikan misi mereka di Afghanistan.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru