Rodri menilai Spanyol belum boleh puas setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Kapten La Furia Roja itu meminta timnya meningkatkan level permainan karena Argentina hadir di final sebagai juara bertahan.
Bagi Rodri, laga puncak bukan hanya soal mempertahankan performa dominan yang ditunjukkan Spanyol pada semifinal. Duel melawan Argentina akan menjadi ujian terbesar bagi proses panjang yang disebut telah dibangun timnya selama lima tahun.
Spanyol dan Argentina Tiba dengan Karakter Berbeda
Spanyol mencapai final lewat kemenangan meyakinkan atas Prancis dan mampu meredam lini serang Les Bleus yang sebelumnya tampil tajam. Argentina melaju dengan cara berbeda setelah membalikkan keadaan untuk mengalahkan Inggris 2-1.
Inggris sempat memimpin melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55 dalam semifinal tersebut. Argentina kemudian mencetak dua gol akhir melalui Enzo Fernández pada menit ke-85 dan Lautaro Martínez pada menit ke-90+2 setelah memanfaatkan umpan silang Messi.
| Tim | Lawan Semifinal | Hasil |
|---|---|---|
| Spanyol | Prancis | Menang 2-0 |
| Argentina | Inggris | Menang 2-1 setelah tertinggal |
Perbedaan jalur menuju final itu memberi gambaran tentang karakter dua kandidat juara tersebut. Spanyol datang dengan permainan kolektif yang dominan, sedangkan Argentina menunjukkan daya tahan untuk tetap mengancam hingga menit akhir.
Rodri mengakui penampilan melawan Prancis termasuk salah satu pertandingan terbaik Spanyol sebagai sebuah tim. Namun, ia menegaskan hasil itu belum cukup menjadi ukuran untuk menghadapi lawan dengan status juara bertahan.
“Melawan Prancis, kami memainkan salah satu pertandingan terbaik sebagai sebuah tim. Tetapi melawan Argentina, saya rasa kami harus meningkatkan level permainan karena mereka adalah juara bertahan,” tegas Rodri.
Proses Lima Tahun Menjadi Pegangan
Dalam konferensi pers menjelang final di New York Javits Center pada Jumat (17/07) waktu setempat, Rodri menjelaskan perkembangan Spanyol tidak terjadi secara instan. Menurut laporan Medcom yang mengutip ESPN, gelandang berusia 30 tahun itu menyebut fondasi tim dibentuk secara bertahap selama lima tahun terakhir.
“Kami telah berkembang secara bertahap. Kami harus terus melakukan hal yang sama karena ini merupakan sebuah proses selama lima tahun terakhir,” ungkap Rodri.
Ia menyebut tujuan Spanyol sejak tiba di Piala Dunia adalah membawa pulang trofi. Keyakinan itu, menurut Rodri, diperkuat oleh kemampuan tim nasionalnya mengalahkan sejumlah lawan kuat sepanjang turnamen.
“Tujuan kami ketika tiba di Piala Dunia ini adalah untuk memenangkan trofi, dan kami yakin bahwa kami bisa mencapainya. Kami telah menunjukkan bahwa tim nasional ini mampu mengalahkan lawan-lawan hebat,” ujar Rodri.
Fleksibilitas Permainan Jadi Andalan
Rodri melihat kemampuan beradaptasi sebagai salah satu kekuatan utama Spanyol menuju partai puncak. La Furia Roja, menurutnya, tidak terpaku pada satu cara bermain ketika menghadapi situasi yang berbeda di lapangan.
Spanyol mampu bertahan ketika diperlukan, melancarkan serangan balik, serta menguasai permainan saat mendapat ruang untuk menyerang. Kelengkapan tersebut dinilai Rodri menjadi alasan timnya mampu menembus final.
“Kami bisa beradaptasi dengan berbagai situasi, mulai dari bertahan, melakukan serangan balik, hingga menyerang. Kami adalah tim yang sangat lengkap, dan itulah mengapa kami berada di sini,” tambahnya.
Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina dijadwalkan berlangsung di New York-New Jersey Stadium pada Senin (20/7) dini hari WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Spanyol untuk membuktikan bahwa proses lima tahun yang disampaikan Rodri dapat berakhir dengan gelar juara dunia.
