Di Usia 65, Luis de la Fuente Bawa Spanyol Juara Dunia Berkat Proyek 13 Tahun

Author: Cung Media

Luis de la Fuente mencapai puncak karier bersama Timnas Spanyol pada usia 65 tahun 29 hari. Ia membawa La Furia Roja menundukkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB.

Kemenangan itu membuat De la Fuente tercatat dalam Guinness World Record sebagai pelatih tertua yang menjuarai Piala Dunia. Gelar tersebut juga menjadi hasil dari perjalanan panjangnya membina banyak pemain Spanyol sejak kelompok usia muda.

Rekor di Panggung Tertinggi

De la Fuente dipercaya menangani tim senior Spanyol pada akhir 2022 sebagai pengganti Luis Enrique. Dalam periode itu, ia mengantar timnya meraih UEFA Nations League, Piala Eropa, lalu Piala Dunia.

Rangkaian gelar tersebut memperlihatkan kesinambungan proyek yang telah dimulainya sejak menangani Spanyol U-19 pada 2013. Mantan pemain Athletic Bilbao itu kemudian mendapat tanggung jawab di level U-21, U-23, hingga akhirnya tim senior.

Tahun Tim Pencapaian
2015 Spanyol U-19 Juara Piala Eropa U-19
2019 Spanyol U-21 Juara Piala Eropa U-21
2020 Spanyol U-23 Medali perak Olimpiade Tokyo
2023 Spanyol senior Juara UEFA Nations League
2024 Spanyol senior Juara Piala Eropa
2026 Spanyol senior Juara Piala Dunia

Pemain yang Tumbuh Bersama Sang Pelatih

Kunci keberhasilan De la Fuente bukan semata koleksi trofi, melainkan kedekatannya dengan sejumlah pemain inti. Banyak anggota skuad juara dunia pernah menerima arahannya ketika masih berada di tim kelompok usia.

Rodri dan Mikel Merino pernah bermain di bawah De la Fuente saat memperkuat Spanyol U-19. Unai Simon juga pernah dibimbingnya di level U-19 dan U-21.

Dani Olmo, Fabian Ruiz, serta Mikel Oyarzabal termasuk pemain yang pernah bekerja sama dengannya di Spanyol U-21. Hubungan panjang itu memberi De la Fuente pemahaman mengenai karakter dan perkembangan para pemainnya.

Saat naik ke tim senior, ia tidak memulai proyek dari nol karena sebagian pemain sudah mengenal ide sepak bolanya. Kesinambungan tersebut membantu membentuk kelompok yang tetap percaya pada pendekatan sang pelatih di panggung besar.

Jalan Panjang dari Tim Muda

Langkah awal De la Fuente di federasi Spanyol dimulai dari kursi pelatih U-19. Ia membawa tim itu menjuarai Piala Eropa U-19 pada 2015 sebelum kemudian naik menangani U-21 pada 2018.

Keberhasilannya di kelompok usia muda membuat federasi mempercayakannya memimpin tim U-23 pada Olimpiade Tokyo 2020. Spanyol mencapai final, tetapi meraih medali perak setelah kalah 1-2 dari Brasil.

Catatan di tim senior juga menunjukkan konsistensi performa Spanyol di bawah arahannya. Menurut sport.detik.com, De la Fuente hanya menelan dua kekalahan sejak mengambil alih tim pada 2022.

Kebersamaan yang Menjadi Fondasi

De la Fuente menilai pencapaian itu lahir dari pemain yang terus berkembang dan setia pada gagasan bermain tim. Ia menyoroti kuatnya ikatan di dalam skuad sebagai salah satu fondasi perjalanan tersebut.

“Saya sangat bangga dengan generasi pesepakbola yang tumbuh dan setia dengan ide-ide dan membuatnya lebih baik. Memberi kami contoh sebuah kelompok, keluarga, pesepakbola yang baik dan hebat dengan bakat luar biasa,” kata De la Fuente, dikutip dari Marca.

Ia juga merasakan makna khusus ketika menengok perjalanan pemain-pemain yang berkembang bersamanya sejak level junior. “Saya sangat gembira. Melihat ke belakang dan memikirkan mereka, kita telah memenangkan segalanya, segalanya, dengan generasi pesepakbola ini,” ujarnya.

Final melawan Argentina menjadi penegasan atas lintasan karier yang dibangun De la Fuente secara bertahap bersama Spanyol. Dari gelar Eropa di level U-19 hingga trofi dunia, proyek itu berakhir di panggung tertinggi sepak bola internasional.

Source: sport.detik.com
Terbaru