Declan Rice Rayakan Posisi Ketiga Inggris, tetapi Tegaskan Ambisi Belum Terpenuhi

Author: Cung Media

Declan Rice menikmati malam yang sangat pribadi saat Inggris menutup Piala Dunia 2026 di posisi ketiga. Namun, gol perdana dan ban kapten yang dikenakannya tidak membuat gelandang tersebut merasa ambisi besar skuad telah terpenuhi.

Inggris mengalahkan Prancis dengan skor 6-4 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Hasil itu menjadi pencapaian terbaik The Three Lions di Piala Dunia sejak tim tersebut menjuarai turnamen pada 1966.

Malam yang Mengubah Posisi Ketiga Menjadi Istimewa

Laga melawan Prancis memiliki nilai emosional tersendiri bagi Rice karena ia dipercaya memimpin tim. Ban kapten diberikan kepadanya ketika Harry Kane memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Rice juga mencetak gol pertamanya di panggung Piala Dunia pada laga tersebut. Kombinasi peran sebagai kapten dan gol perdana membuat duel penentuan peringkat itu menjadi salah satu momen paling membanggakan dalam perjalanannya.

Aspek Catatan Inggris Arti bagi Rice
Hasil akhir turnamen Peringkat ketiga setelah menang 6-4 atas Prancis Menjadi bagian dari capaian terbaik sejak 1966
Pertandingan melawan Prancis Perebutan tempat ketiga Menjadi kapten dan mencetak gol pertama di Piala Dunia

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rice menggambarkan tujuh minggu bersama Inggris sebagai periode yang tak terlupakan. Ia menempatkan kesempatan memimpin tim dan mencetak gol sebagai pencapaian yang sangat berarti dalam karier internasionalnya.

“Tujuh minggu yang tak terlupakan telah berakhir. Menjadi kapten dan mencetak gol pertama saya di Piala Dunia tadi malam adalah momen yang sangat membanggakan,” tulis Rice.

Pencapaian Bersejarah, tetapi Bukan Tujuan Akhir

Posisi ketiga membawa Inggris ke hasil Piala Dunia terbaik mereka dalam enam dekade terakhir. Capaian itu patut dicatat karena hanya gelar juara 1966 yang berada di atasnya dalam sejarah turnamen tim tersebut.

Meski demikian, Rice tidak melihat medali peringkat ketiga sebagai batas tertinggi bagi kelompok pemain Inggris saat ini. Ia menegaskan skuad yang dibentuk di bawah arahan Thomas Tuchel masih menyimpan tuntutan untuk mencapai hasil yang lebih besar.

“Pencapaian tertinggi di Piala Dunia sejak 1966 adalah prestasi yang luar biasa, tetapi kami masih menginginkan lebih dan saya tahu kami dapat memberikan lebih banyak lagi,” lanjut Rice dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan dua sisi dari hasil Inggris di Piala Dunia 2026. Ada rasa bangga atas pencapaian bersejarah, tetapi juga ada keyakinan bahwa kualitas tim belum sepenuhnya tercermin dalam peringkat ketiga.

Pesan untuk Skuad dan Pendukung Inggris

Rice turut menyoroti kebersamaan yang terbentuk di dalam skuad sepanjang turnamen. Ia menyebut kelompok pemain Inggris sebagai tim yang istimewa dan menilai kesempatan berbagi momen selama tujuh minggu sebagai pengalaman luar biasa.

“Kelompok pemain ini sangat istimewa dan sungguh luar biasa dapat berbagi momen-momen ini bersama mereka selama turnamen berlangsung,” kata Rice. Ucapan itu menegaskan bahwa perjalanan Inggris tidak hanya diukur dari skor akhir melawan Prancis.

Pesan berikutnya ditujukan kepada para pendukung yang terus memberikan sokongan selama perjalanan tim. Rice menyatakan para pemain tidak dapat cukup membalas dukungan yang diterima dari fans Inggris.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada para fans kami yang telah luar biasa selama ini, kami sebagai pemain tidak dapat cukup berterima kasih atas dukungan Anda!” tulisnya. Dengan hasil akhir peringkat ketiga, Rice berharap perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 meninggalkan kenangan bagi pendukung sekaligus menjadi pijakan untuk mengejar lebih banyak lagi.

Source: sport.detik.com
Terbaru