11 Kabupaten di Jawa Timur Hadapi Darurat Kekeringan, Droping Air Bersih Makin Meluas

Author: Cung Media

Musim kemarau yang masih panjang membuat krisis air bersih di Jawa Timur makin terasa. Sebanyak 11 kabupaten kini telah menetapkan status darurat kekeringan, sementara bantuan air bersih terus mengalir ke desa-desa yang terdampak.

Data BPBD Jatim menunjukkan kondisi itu tidak terjadi di satu titik, melainkan menyebar di banyak wilayah. Perhatian kini tertuju pada daerah-daerah tadah hujan yang punya infrastruktur air bersih permanen terbatas.

11 kabupaten sudah menetapkan status darurat

Wilayah yang sudah mengeluarkan status darurat kekeringan meliputi Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, dan Jember. Sebagian daerah menetapkan status siaga darurat hingga September.

Kabupaten Status Keterangan Waktu
Bondowoso Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Lamongan Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Banyuwangi Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Lumajang Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Bangkalan Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Blitar Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Pasuruan Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Trenggalek Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Gresik Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Malang Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September
Jember Darurat kekeringan Beberapa daerah hingga September

Ketua Tim Pusat Data dan Informasi BPBD Jatim Muhammad Amrul menyebut penetapan status itu dilakukan masing-masing kabupaten dengan alasan berbeda. Namun, faktor yang paling dominan adalah luasnya area yang berpotensi mengalami kekeringan.

BPBD Jatim juga masih memantau kabupaten lain yang belum menetapkan status serupa. Langkah ini diambil karena prakiraan BMKG menunjukkan Juli masih berada di tengah musim kemarau, sehingga potensi kekeringan belum mencapai puncaknya.

Droping air bersih sudah menjangkau puluhan desa

Hingga Selasa, 7 Juli, bantuan air bersih sudah disalurkan ke 45 desa di 6 kabupaten. Total distribusi yang tercatat mencapai 594 ribu liter air bersih.

Wilayah terdampak yang dipantau BPBD Jatim jauh lebih luas lagi, mencapai 815 desa di 222 kecamatan yang tersebar di 26 kabupaten. Sebagian besar wilayah itu merupakan daerah tadah hujan dengan infrastruktur air bersih permanen yang minim.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan kewaspadaan ditingkatkan setelah BMKG memprediksi musim kemarau berlangsung dari April hingga November 2026. Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus.

“Fenomena El Nino tahun ini diprediksi lebih kuat atau ekstrem. Dampaknya suhu lebih panas dan periode kemarau lebih panjang. Ini tentu meningkatkan risiko kekeringan signifikan,” ujar Gatot dalam keterangannya.

Dengan kondisi itu, kebutuhan air bersih di banyak desa diperkirakan masih akan terus meningkat selama musim kemarau belum berakhir. BPBD Jatim pun masih bersiap memperluas penanganan bila dampak kekeringan kian meluas di wilayah lain.

Source: harian.disway.id
Terbaru