103 Demokrat Berbalik Menolak Dana Israel, Retak Kini Menjangkau Elite DPR AS

Perpecahan Partai Demokrat soal bantuan Amerika Serikat untuk Israel kini telah menjangkau jajaran elite DPR AS. Sebanyak 103 dari 211 anggota Demokrat memilih mendukung upaya penghentian dana bantuan sebesar 3,3 miliar dollar AS untuk Israel.

Langkah itu memang belum mengubah kebijakan karena amendemen tersebut kalah dalam pemungutan suara pada Rabu, 15 Juli 2026. Namun, lonjakan dukungan dari Demokrat menunjukkan perubahan besar dibandingkan pemungutan suara serupa dua tahun sebelumnya.

Pelosi Ikut Mendukung Penghentian Dana

Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi termasuk tokoh senior Demokrat yang mendukung amendemen itu, meski ia menyebut pilihannya diambil dengan enggan. Pelosi mengatakan suara tersebut dimaksudkan sebagai sinyal tegas kepada pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Masyarakat Amerika secara tepat menuntut diakhirinya siklus perang yang berkepanjangan, dan pemerintahan Netanyahu tidak dapat mempertahankan jalannya saat ini,” kata Pelosi. Sikap itu juga diambil Katherine Clark, perwakilan nomor dua Demokrat di DPR AS.

Clark menilai dorongan untuk mengubah kebijakan yang berlaku semakin kuat di internal partainya. “Ada perasaan nyata bahwa status quo tidak dapat berlanjut,” ujarnya menjelang pemungutan suara.

Dukungan dari Pelosi dan Clark menegaskan bahwa penolakan terhadap bantuan militer bagi Israel tidak lagi hanya datang dari kelompok progresif. Isu hubungan Washington dan Tel Aviv kini menjadi sumber perbedaan nyata di antara pimpinan Demokrat.

Hasil Suara Menunjukkan Perubahan Tajam

Amendemen tersebut diajukan oleh Thomas Massie, anggota Partai Republik berhaluan isolasionis, dalam rancangan undang-undang belanja Kementerian Luar Negeri AS. Usulannya secara khusus menargetkan penghapusan bantuan 3,3 miliar dollar AS bagi Israel.

Menurut Politico yang dikutip Kompas.com, total 104 anggota DPR AS mendukung amendemen dan 314 anggota menolaknya. Kekuatan suara Partai Republik membuat usulan tersebut tidak berhasil disahkan.

Data Pemungutan SuaraJumlahKeterangan
Mendukung amendemen104Total anggota DPR AS
Menolak amendemen314Total anggota DPR AS
Demokrat mendukung103 dari 211Mendukung penghentian bantuan
Demokrat absen10Tidak memberikan suara
Demokrat penolak dua tahun lalu37Mayoritas dari sayap kiri

Angka 103 Demokrat yang memilih “ya” sangat berbeda dari dua tahun lalu, ketika hanya 37 anggota Demokrat menolak bantuan serupa. Pada saat itu, penolakan terutama datang dari anggota partai yang berada di sayap kiri jauh.

Perubahan peta suara juga berlangsung ketika kandidat progresif berulang kali menantang petahana dalam pemilu primer. Sejumlah kandidat tersebut disebut berkampanye dengan janji menolak dana dari kelompok pro-Israel.

Jeffries Khawatir Bantuan Gaza Ikut Terpangkas

Pemimpin Minoritas Demokrat Hakeem Jeffries mengambil posisi berlawanan dengan Pelosi dan Clark dengan menolak amendemen Massie. Ia menilai rancangan itu berisiko memangkas bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.

Jeffries tetap mengakui adanya tuntutan untuk merestrukturisasi hubungan bilateral AS dengan Israel. Tekanan itu menguat menjelang berakhirnya perjanjian bantuan keamanan selama 10 tahun yang ditandatangani pada masa Presiden Barack Obama pada akhir tahun ini.

Untuk mengelola perbedaan sikap tersebut, Jeffries mengadakan dua pertemuan tertutup dengan anggota Demokrat. Dalam pertemuan itu, ia meminta anggota partainya menentukan pilihan berdasarkan hati nurani masing-masing.

Gregory Meeks, anggota senior Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri, juga menolak pembatalan dana bantuan. Meski begitu, ia menekankan bahwa Israel harus memenuhi standar yang diterapkan AS kepada negara lain.

Pesan bagi Pemerintah Netanyahu

Ketua Kaukus Progresif DPR AS Greg Casar menyebut kenaikan jumlah pendukung amendemen sebagai perkembangan penting. Ia menyoroti frustrasi publik terhadap penggunaan dana pajak AS untuk mendukung militer Israel.

“Rakyat Amerika berteriak menuntut diakhirinya subsidi pajak AS untuk militer Israel,” kata Casar dalam suratnya. Setelah pemungutan suara, ia menyatakan mayoritas Demokrat kini menolak pengiriman miliaran dollar senjata kepada militer Israel.

Casar juga mengarahkan peringatannya kepada Netanyahu melalui hasil pemungutan suara tersebut. Menurutnya, suara itu menunjukkan bahwa “hari-hari pemberian cek kosong tanpa pertanggungjawaban untuk perang dan kejahatan perangnya telah berakhir, setidaknya dari Partai Demokrat.”

Source: www.kompas.com
Terkait