10 Penyebab Bau Badan pada Pria, Bukan Cuma Keringat yang Jadi Biang

Author: Cung Media

Bau badan pada pria sering dianggap sekadar masalah keringat, padahal sumbernya jauh lebih beragam. Yang membuat aroma tubuh muncul adalah bakteri yang memecah zat pada keringat di permukaan kulit.

Karena itu, bau badan tidak selalu selesai hanya dengan mandi. Pola makan, kebiasaan harian, kondisi pakaian, hingga kesehatan tubuh bisa ikut menentukan seberapa kuat aroma yang muncul.

Makanan dan kebiasaan yang ikut memicu bau

Beberapa makanan dan minuman diketahui dapat membuat aroma tubuh lebih menyengat. Bawang-bawangan dan rempah kari mengandung zat alisin, sementara alkohol dan karbohidrat dapat memengaruhi aroma tubuh karena zat keton meningkat.

Keringat berlebih juga termasuk pemicu yang sering terjadi. Saat tubuh memproduksi lebih banyak keringat, bakteri mendapat media yang lebih mudah untuk berkembang dan menghasilkan bau.

Stres dan kecemasan dapat memperburuk keadaan. Ketika stres, kelenjar keringat apokrin menjadi aktif dan menghasilkan keringat yang lebih kental, sehingga bau lebih mudah muncul saat bercampur dengan bakteri.

Kebersihan tubuh dan benda yang dipakai sehari-hari

Ketiak yang tidak dibersihkan dengan benar juga bisa menjadi sumber masalah. Membersihkan area ini dengan sabun antibakteri dan eksfoliasi halus menggunakan spons membantu mengangkat kotoran yang menempel.

Pakaian yang jarang diganti ikut memperparah bau badan. Keringat dan kotoran yang menempel pada pakaian menjadi tempat yang disukai bakteri, sehingga mengganti pakaian minimal satu kali sehari penting dilakukan.

Bahan pakaian pun berpengaruh, terutama bagi pria dengan mobilitas tinggi. Pakaian yang tidak menyerap keringat membuat kelembapan bertahan lebih lama di kulit dan memudahkan bakteri berkembang.

Handuk yang jarang dijemur juga kerap luput diperhatikan. Handuk lembap menjadi tempat bakteri dan jamur tumbuh, lalu mikroorganisme itu bisa berpindah kembali ke tubuh saat handuk digunakan.

Faktor tubuh dan kondisi kesehatan

Obesitas termasuk faktor yang sering berkaitan dengan bau badan. Lipatan tubuh yang hangat dan tersembunyi menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk tumbuh subur.

Infeksi pada kulit ketiak atau bagian tubuh tertentu juga dapat memicu aroma tidak sedap. Dalam kondisi seperti ini, konsultasi dengan dokter penting dilakukan agar penyebabnya jelas dan penanganannya tepat.

Gangguan kesehatan yang memengaruhi metabolisme tubuh turut berperan. Gangguan tiroid, disfungsi ginjal, dan gangguan hati dapat mengubah aroma keringat, sehingga bau badan muncul bukan semata karena kebersihan.

Karena itu, bau badan pada pria perlu dilihat dari banyak sisi sekaligus. Menjaga kebersihan tubuh, memilih pakaian yang tepat, mengatur pola makan, dan memperhatikan kondisi kesehatan menjadi langkah penting untuk menekan bau yang berasal dari aktivitas bakteri di kulit.

Source: www.idntimes.com
Terbaru