Zaskia Adya Mecca Temukan Anak Terlantar di Tol, Lapor Cepat yang Selamatkan Nyawa

Aksi spontan Zaskia Adya Mecca di jalan tol berujung pada kabar yang menghangatkan hati. Saat sedang terburu-buru menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ia melihat seorang anak perempuan terlantar di pinggir jalan tol dan langsung memutuskan untuk bertindak.

Zaskia mengaku tidak bisa menutup mata meski dirinya sedang dikejar waktu untuk mengejar penerbangan. Keputusan untuk segera melapor membuat anak itu kemudian mendapat penanganan lebih cepat dan berada di lokasi yang lebih aman.

Peristiwa itu ia ceritakan lewat unggahan Instagram pribadinya. Dari pengamatannya, anak perempuan tersebut tampak masih sangat muda, menangis, berteriak, dan tidak memakai alas kaki di kawasan persimpangan Tol Kamal dari arah JORR.

Melihat anak kecil sendirian di area berbahaya

Zaskia menuturkan dirinya langsung panik saat melihat seorang anak perempuan berusia sekitar 10 hingga 14 tahun bolak-balik sendirian di kawasan tol. Kondisi itu membuatnya khawatir karena anak tersebut tampak kebingungan dan berada di tempat yang berisiko tinggi.

Sebagai seorang ibu, ia mengaku hatinya langsung tersentuh melihat anak itu menangis dalam situasi yang tidak aman. Ia juga sempat bimbang karena harus memilih antara berhenti atau tetap melanjutkan perjalanan ke bandara.

“Aku panik. Mau berhenti, tapi sedang diuber waktu. Tapi enggak bisa abai dan diam melihat hal seperti itu,” tulis Zaskia dalam keterangan unggahannya.

Langkah cepat yang membuat situasi berubah

Alih-alih membiarkan kondisi itu berlalu, Zaskia memilih menghubungi call center Jasa Marga. Laporan itu ia sampaikan agar petugas bisa segera mengevakuasi anak perempuan tersebut ke tempat yang lebih aman.

Langkah cepat tersebut membuahkan hasil. Berdasarkan rekaman percakapan yang turut dibagikan, anak perempuan itu kemudian berhasil diamankan di area tol arah masuk Bandara Soetta pada Selasa, 19 Mei 2025, pukul 15.05 WIB.

Respons cepat ini menjadi inti dari cerita yang dibagikan Zaskia. Di tengah situasi yang serba mendesak, satu laporan singkat ternyata cukup untuk membuka jalan bagi penanganan yang lebih aman.

Muncul kabar dari seorang ibu yang kehilangan anak

Tak lama setelah anak itu diamankan, suasana berubah haru. Seorang ibu menghubungi pihak Jasa Marga dan menduga kuat bahwa anak perempuan yang ditemukan itu adalah putrinya yang hilang tanpa kabar selama tiga bulan terakhir.

Kabar tersebut membuat Zaskia ikut emosional. Ia mengaku gemetar dan menangis saat membaca pesan yang masuk, karena membayangkan beratnya perjuangan seorang ibu mencari anaknya dalam waktu yang panjang.

“Baca chat-nya tadi, aku langsung gemetar dan nangis. Karena aku yakin di balik anak kecil sendirian, pasti ada seorang ibu yang kecarian,” ujarnya.

Pesan soal kepekaan di ruang publik

Zaskia berharap pertemuan antara ibu dan anak itu bisa benar-benar terjadi. Ia bahkan meminta kepada pihak Jasa Marga agar diizinkan ikut terlibat langsung jika momen pertemuan itu berlangsung.

Dari peristiwa tersebut, Zaskia memetik pelajaran bahwa tindakan kecil yang dilakukan dengan niat tulus bisa menjadi jawaban atas doa besar orang lain. Kisah ini juga menegaskan pentingnya kepekaan saat melihat anak berada dalam kondisi berbahaya dan membutuhkan bantuan segera.

Peristiwa itu menunjukkan bahwa keputusan untuk tidak diam bisa membawa dampak besar. Dalam situasi darurat di ruang publik, laporan cepat dapat menjadi langkah awal yang menyelamatkan nyawa dan mempertemukan kembali keluarga yang terpisah.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button