Zaskia Adya Mecca mengaku baru mengetahui bahwa indikator bensin berkedip pada motor Beat tidak selalu berarti kendaraan akan segera berhenti. Ia terkejut setelah mencari informasi dan mengetahui motor tersebut disebut masih dapat menempuh jarak sekitar 30 hingga 40 kilometer.
Temuan itu mengubah kekhawatirannya saat berkendara untuk mengantar anak ke sekolah. Sebelumnya, perjalanan sekitar empat kilometer saja terasa cukup menegangkan ketika lampu indikator bahan bakar mulai berkedip.
Zaskia sempat memilih mengendarai motor dengan sangat pelan karena cemas bensin tidak cukup sampai tujuan. Patokan yang digunakannya berasal dari pengalaman memakai mobil saat bahan bakar sudah mendekati habis.
Menurut Zaskia, sisa bahan bakar pada mobil biasanya hanya cukup untuk perjalanan sekitar lima kilometer. Karena itu, ia mengira indikator berkedip pada motor menandakan kondisi yang sama mendesaknya.
Perkiraan Awal Berubah Setelah Mencari Informasi
Setelah mencari tahu, Zaskia mendapati informasi bahwa motor Beat masih dapat digunakan untuk jarak yang lebih jauh setelah indikator bensin berkedip. Perbedaan antara perkiraan awal dan informasi yang ia peroleh membuatnya merasa kaget.
“Ternyata motor Beat itu kalau bensinnya kedap-kedip bisa 30 sampai 40 kilometer, guys! Jauh banget!” kata Zaskia. Ia menyebut sebelumnya membawa motor dengan rasa khawatir besar untuk perjalanan yang tidak sampai lima kilometer.
| Kondisi Kendaraan | Perkiraan Awal Zaskia | Informasi yang Diketahui |
|---|---|---|
| Indikator bensin motor Beat berkedip | Perjalanan sekitar 4 kilometer terasa mengkhawatirkan | Disebut masih dapat berjalan sekitar 30-40 kilometer |
| Bahan bakar mobil hampir habis | Sisa perjalanan sekitar 5 kilometer | Menjadi patokan awal bagi Zaskia |
Cerita tersebut dibagikan Zaskia di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/7/2026), seperti diberitakan Kompas.com. Pengalaman itu muncul dari rutinitas barunya menggunakan motor untuk kebutuhan antar-jemput anak.
Motor untuk Menghadapi Kemacetan
Penggunaan motor dipilih Zaskia sebagai cara untuk menghemat waktu di tengah kemacetan. Kendaraan roda dua dinilai membuat perjalanan antar-jemput anak ke sekolah dapat berlangsung lebih cepat.
Zaskia memiliki lima anak dan menyebut keluarganya membutuhkan empat motor dalam waktu bersamaan untuk kebutuhan antar-jemput. Di rumahnya telah tersedia tiga motor yang digunakan untuk perjalanan bolak-balik.
Pengaturan kendaraan itu membantu keberangkatan anak-anak menjadi lebih tepat waktu ketika beberapa dari mereka harus berangkat bersamaan. Motor menjadi pilihan saat perjalanan dengan mobil berpotensi terhambat kepadatan lalu lintas.
Anak-anak Zaskia juga disebut semakin nyaman bepergian dengan motor. Menurutnya, banyak orang tua di sekolah yang menggunakan mobil untuk mengantar anak mereka.
Bagi anak-anaknya, perjalanan dengan motor justru menjadi pengalaman yang menyenangkan saat melintasi kemacetan. Mereka dapat melihat teman-teman yang berada di dalam mobil ketika kendaraan roda dua bergerak lebih lancar di jalan.
Zaskia mengatakan anak-anaknya lebih senang diantar menggunakan motor dibandingkan mobil. Rutinitas itu pula yang membuatnya belajar hal baru mengenai indikator bensin motor Beat yang berkedip.
Source: entertainment.kompas.com






