Zendaya Pakai Anting dari Iran Kuno, Etika Koleksi Artefak Dipertanyakan

Zendaya menuai kritik setelah mengenakan sepasang anting emas yang dikaitkan dengan artefak kuno dari Iran dalam sesi foto promosi The Odyssey di London. Benda tersebut diperkirakan berasal dari sekitar 700 SM, sehingga pemakaiannya sebagai aksesori selebritas memicu perdebatan etika.

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada penampilan Zendaya, melainkan juga pada riwayat benda yang diduga memiliki jejak sejarah sensitif. Sejumlah arkeolog dan sejarawan seni mempertanyakan pantas tidaknya artefak bersejarah digunakan untuk kepentingan promosi film Hollywood.

Artefak Kuno di Balik Pemotretan

Dalam film garapan Christopher Nolan itu, Zendaya berperan sebagai dewi Athena. Pilihan anting untuk materi promosi kemudian dinilai mempertemukan dunia mode, industri hiburan, dan persoalan kepekaan terhadap warisan budaya.

Menurut Beritasatu.com yang mengutip The Guardian, anting tersebut berada dalam koleksi Barron London, galeri dan dealer seni di Mayfair, London. Galeri itu menyatakan bekerja secara privat dengan kolektor, ahli waris, dan institusi untuk memperoleh serta menempatkan karya bersejarah bernilai tinggi.

AspekKeterangan
Perkiraan usiaSekitar 700 SM
Koleksi saat iniBarron London
Riwayat pembelianDibeli dari Glenn Spiro pada 2025
Kaitan asalDikaitkan dengan harta karun Ziwiye di Iran barat laut

Barron London menyebut benda itu dibeli dari perhiasan London, Glenn Spiro, pada 2025. Anting tersebut dikaitkan dengan Harta Karun Ziwiye, kumpulan temuan kuno dari wilayah Iran barat laut.

Riwayat Ziwiye dan Pasar Barang Antik

Harta karun Ziwiye mencakup benda-benda yang dibuat dari emas, perak, perunggu, dan terakota. Temuan tersebut muncul pada 1947 setelah lokasi itu dijarah oleh para penggembala.

Sebuah makalah penelitian yang terbit pada 2015 menyebut sebagian artefak Ziwiye memasuki pasar barang antik di luar Iran pada 1960-an. Kini, benda-benda yang dikaitkan dengan temuan itu tersebar di museum dan koleksi pribadi di sejumlah negara.

Latar belakang tersebut membuat kritik terhadap Zendaya tidak semata membahas pilihan busana. Bagi pihak yang keberatan, sebuah artefak dengan riwayat asal-usul yang dipersoalkan perlu diperlakukan dengan pertimbangan budaya yang lebih besar.

Keberatan Sejarawan Seni

Profesor Sussan Babaie, sejarawan seni kelahiran Iran yang mengajar di Courtauld Institute, mengaku terkejut melihat artefak tersebut dipakai sebagai aksesori dalam acara publik. “Mengejutkan melihat tidak ada yang berpikir hal ini mungkin ini bukan ide yang bagus,” ujarnya.

Babaie menyatakan kemarahannya atas keputusan menjadikan benda bersejarah sebagai pelengkap penampilan seorang selebritas. Ia menilai pihak yang mendandani, menyediakan aksesori, dan menampilkan benda itu seharusnya memiliki pengetahuan serta kepekaan budaya yang lebih memadai.

Menurut Babaie, artefak itu ditempatkan sebagai simbol kecantikan, kekuasaan, dan ekspresi keluhuran film. Kritik tersebut menyoroti batas antara pemakaian koleksi antik sebagai perhiasan dan penghormatan terhadap konteks sejarahnya.

Perdebatan ini juga menempatkan Zendaya dalam diskusi yang lebih luas mengenai peredaran Artefak Iran di pasar seni internasional. Isunya bukan hanya nilai estetika sebuah benda, tetapi juga cara riwayat dan makna budaya benda itu dipahami ketika ditampilkan di ruang publik.

Hingga kabar ini diberitakan, perwakilan Zendaya maupun penata gayanya belum memberikan tanggapan atas kritik yang muncul. Belum ada penjelasan publik mengenai pertimbangan pemilihan anting tersebut untuk sesi promosi The Odyssey.

Source: www.beritasatu.com
Terkait