Yusril Buka Jalan Investigasi Komnas HAM, Jejak Penembak Ibu Hamil di Papua Terbuka

Pemerintah memberi ruang bagi Komnas HAM untuk menyelidiki rangkaian kekerasan bersenjata di Intan Jaya, Papua Tengah, setelah seorang ibu hamil dan bayinya dilaporkan tewas dalam insiden kontak senjata di Distrik Sugapa. Langkah ini menandai dorongan baru agar peristiwa yang menelan korban sipil itu diusut secara independen.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menutup mata atas jatuhnya korban sipil. Ia menyebut pengungkapan fakta harus berjalan objektif supaya hasilnya bisa menjadi dasar penegakan hukum.

Pemerintah dorong penyelidikan independen

Yusril menyampaikan bahwa pemerintah akan mengusut tuntas peristiwa yang menelan korban sipil, termasuk perempuan hamil yang meninggal bersama bayi yang dikandungnya. Ia menekankan bahwa pemeriksaan tidak hanya berjalan lewat jalur internal pemerintah dan TNI, tetapi juga perlu melibatkan Komnas HAM.

Menurut Yusril, penyelidikan yang adil dan berimbang dibutuhkan agar kronologi kejadian bisa terungkap secara utuh. Hasil investigasi itu, kata dia, penting untuk menentukan langkah hukum berikutnya secara tepat.

Insiden terjadi saat baku tembak di Sugapa

Peristiwa di Intan Jaya terjadi saat baku tembak berlangsung antara aparat Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun Komnas HAM, kejadian itu berlangsung pada Kamis malam dan menewaskan seorang perempuan bernama Melkiana Duwitau.

Komnas HAM menyebut Melkiana sedang mengandung sekitar tujuh hingga delapan bulan saat terkena peluru di dalam rumah. TNI menyatakan peluru yang mengenai korban berasal dari kelompok bersenjata, sementara Komnas HAM masih mengumpulkan fakta untuk memastikan rangkaian kejadian secara lengkap.

Korban sipil kembali jadi sorotan

Kasus ini memperlihatkan dampak konflik bersenjata yang tidak hanya menyasar pihak bersenjata, tetapi juga warga sipil. Dalam penjelasannya, Komnas HAM menyebut eskalasi kekerasan di Papua dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan korban lain, termasuk seorang pendeta, seorang anggota kelompok bersenjata, seorang prajurit TNI, dan seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Lembaga itu juga menerima informasi mengenai pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation atau AMA di Bandara Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Dalam insiden tersebut, pilot Nicholas F. Goselin dilaporkan tewas ditembak, sementara tujuh penumpang yang merupakan Orang Asli Papua selamat.

Komnas HAM masih verifikasi rangkaian fakta

Komnas HAM turut mengaitkan peristiwa itu dengan penyerangan terhadap pesawat komersial di Bandara Koroway Batu, Yahukimo, pada Februari 2026 yang menewaskan dua pilot. Berdasarkan catatan lembaga tersebut, kedua serangan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang sama.

Pembukaan akses bagi Komnas HAM menunjukkan pemerintah ingin memastikan seluruh dugaan pelanggaran diperiksa melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Lembaga itu masih menghimpun fakta lapangan untuk memverifikasi informasi awal dari berbagai pihak sebelum menyusun kesimpulan investigasi independen.

PeristiwaLokasiKorbanKeterangan
Kontak senjata di Kampung WandogaDistrik Sugapa, Intan Jaya, Papua TengahMelkiana Duwitau dan bayinyaKomnas HAM menyebut korban sedang hamil 7–8 bulan saat terkena peluru di dalam rumah.
Pembakaran pesawat AMABandara Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, YahukimoPilot Nicholas F. GoselinPilot dilaporkan tewas ditembak, sementara 7 penumpang Orang Asli Papua selamat.
Penyerangan pesawat komersialBandara Koroway Batu, Yahukimo2 pilotKomnas HAM menyebut insiden pada Februari 2026 diduga dilakukan kelompok bersenjata yang sama.

Hasil penyelidikan independen diharapkan bisa memberi gambaran yang lebih jelas tentang siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana korban sipil bisa jatuh dalam konflik tersebut. Di saat yang sama, perhatian publik kembali tertuju pada situasi keamanan di Papua yang terus memunculkan korban dari berbagai pihak.

Source: www.suara.com
Terkait