Lamine Yamal datang ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan nada percaya diri yang tinggi. Wonderkid Spanyol itu menegaskan bahwa Prancis baru pantas bicara soal gelar jika mampu melewati La Roja di Dallas Stadium.
Di sisi lain, data Superkomputer Opta justru menempatkan Les Bleus sebagai pihak yang lebih diunggulkan untuk lolos ke final. Dari 25.000 simulasi, Prancis disebut punya peluang menang dalam 90 menit sebesar 43,9 persen, sementara Spanyol berada di angka 29,0 persen.
Yamal Tidak Merasa Spanyol Di Bawah Tekanan
Pernyataan Yamal memperlihatkan kepercayaan diri besar dalam skuad Luis de la Fuente. Ia bahkan mereduksi duel ini menjadi dua kemungkinan: Prancis lolos ke final Piala Dunia tiga kali berturut-turut, atau Spanyol kembali menyingkirkan mereka.
“Hanya ada dua kemungkinan: entah mereka (Prancis) mencapai final Piala Dunia tiga kali berturut-turut, atau kami mengalahkan mereka tiga kali,” ujar Lamine Yamal, dikutip dari Opta. Ia juga menegaskan bahwa Spanyol tidak gentar menghadapi nama besar lawan.
“Saya tidak tahu apa yang mungkin terjadi, tetapi kami sama sekali tidak merasa takut,” tegas Yamal.
Rekor Pertemuan Belakangan Ini Memihak La Roja
Kepercayaan diri Spanyol punya dasar yang kuat. Mereka memenangi dua pertemuan kompetitif terakhir atas Prancis, dimulai dari semifinal Euro 2024 dengan skor 2-1 di Munich.
La Roja kemudian mengulang hasil positif pada final UEFA Nations League 2025 lewat kemenangan dramatis 5-4. Meski begitu, Prancis masih menyimpan memori manis di Piala Dunia setelah mengalahkan Spanyol 3-1 pada babak 16 besar edisi 2006.
| Ajang | Hasil | Catatan |
|---|---|---|
| Euro 2024 | Spanyol 2-1 Prancis | Semifinal di Munich |
| UEFA Nations League 2025 | Spanyol 5-4 Prancis | Final dramatis |
| Piala Dunia 2006 | Prancis 3-1 Spanyol | Babak 16 besar |
Opta Tetap Lebih Percaya Pada Prancis
Walau Spanyol membawa modal pertemuan yang lebih baik dalam dua laga terakhir, simulasi Opta tetap memberi keunggulan pada Prancis. Secara keseluruhan, peluang Les Bleus lolos ke final mencapai 57,1 persen.
Prancis juga diprediksi lebih berpeluang menjadi juara dengan probabilitas 34,6 persen. Spanyol menyusul di angka 23,8 persen, meski keduanya masih harus melewati semifinal yang diperkirakan berlangsung ketat.
Peluang laga berlanjut ke babak tambahan waktu juga terbuka. Dalam simulasi Opta, kemungkinan pertandingan melewati 90 menit mencapai 27,1 persen.
Mbappe Dan Deschamps Memburu Rekor
Prancis datang dengan misi besar di bawah Didier Deschamps. Mereka memburu status sebagai tim Eropa kedua yang mampu meraih tujuh kemenangan beruntun di Piala Dunia setelah Italia.
Jika lolos ke final, Prancis akan menyamai rekor Brasil dan Jerman yang pernah tampil di tiga final Piala Dunia secara beruntun. Bagi Deschamps sendiri, laga ini akan menjadi pertandingan ke-26 di putaran final Piala Dunia, terbanyak sepanjang sejarah.
Kylian Mbappe juga menjadi pusat perhatian karena kondisinya dipastikan bugar meski sempat mengalami masalah ringan pada pergelangan kaki saat melawan Maroko di perempat final. Penyerang itu sudah mencetak delapan gol dan masih bersaing dengan Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Kolaborasi Mbappe dengan Ousmane Dembele turut menjadi ancaman serius. Keduanya telah menciptakan 19 peluang berbahaya sepanjang turnamen dan akan diuji langsung oleh pertahanan Spanyol yang baru kebobolan satu gol.
Spanyol Bertumpu Pada Pertahanan Dan Kedalaman Skuad
Spanyol bukan tanpa modal untuk melawan tekanan Prancis. Tim asuhan Luis de la Fuente itu juga datang dengan 13 pertandingan tanpa kekalahan di turnamen mayor, sebuah catatan yang menegaskan stabilitas mereka di panggung besar.
Selain pertahanan yang rapat, Spanyol masih memiliki opsi penentu dari bangku cadangan. Mikel Merino beberapa kali menjadi pembeda di fase gugur dan bisa kembali menjadi kartu penting saat laga di Dallas Stadium berjalan ketat.
Dengan serangan Prancis yang tajam dan pertahanan Spanyol yang paling solid di turnamen, semifinal ini diperkirakan menjadi benturan taktik yang menentukan arah perebutan gelar. Duel ini bukan hanya soal tiket final, tetapi juga soal siapa yang mampu mematahkan momentum lawan di momen paling penting.
Source: www.suara.com






