Barcelona mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Celta Vigo di Spotify Camp Nou dan menjaga jarak aman di puncak klasemen La Liga. Satu-satunya gol lahir dari penalti Lamine Yamal pada babak pertama, tetapi kemenangan itu terasa pahit karena sang pencetak gol mengalami cedera otot paha belakang tak lama setelahnya.
Hasil ini membuat Barcelona unggul sembilan poin dari Real Madrid dengan enam laga tersisa dalam perebutan gelar. Namun, jalannya pertandingan memperlihatkan bahwa kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah karena Celta Vigo memberi perlawanan ketat hingga menit akhir.
Yamal kembali jadi penentu
Lamine Yamal kembali menunjukkan peran besarnya dalam skuat Hansi Flick. Pemain berusia 18 tahun itu menjadi ancaman utama Barcelona sejak awal pertandingan dan terus memaksa lini belakang Celta Vigo bekerja keras.
Momen pembeda hadir ketika pelanggaran di kotak terlarang memberi Barcelona peluang dari titik putih. Yamal mengeksekusi penalti itu dengan tenang dan mengubah skor menjadi 1-0, sebuah gol yang akhirnya menentukan hasil pertandingan.
Setelah mencetak gol, Yamal justru mengalami masalah fisik. Tim medis harus turun tangan karena cedera otot paha belakang yang dialaminya menambah kekhawatiran Barcelona di tengah persaingan gelar yang masih berjalan ketat.
Laga sempat terganggu dan gol tambahan dibatalkan VAR
Pertandingan ini juga diwarnai gangguan di tribun penonton sebelum jeda antarbabak. Dilansir dari GOAL, laga sempat terhenti karena keadaan darurat medis yang membuat ritme permainan sedikit terganggu.
Barcelona sempat mencetak gol kedua melalui Ferran Torres pada babak kedua. Namun, VAR membatalkan gol itu setelah Ferran dinyatakan lebih dulu berada dalam posisi offside.
Keputusan tersebut menjaga Celta Vigo tetap punya harapan untuk menyamakan kedudukan. Meski begitu, tim tamu gagal memanfaatkan situasi dan kesulitan menembus pertahanan Barcelona sampai laga usai.
Flick dipaksa ubah rencana lebih cepat
Hansi Flick harus menghadapi situasi yang tidak ideal karena dua pemainnya mengalami cedera pada babak pertama. Selain Yamal, Joao Cancelo juga ditarik keluar setelah bermain sekitar 20 menit.
Pergantian cepat itu memaksa Barcelona menyesuaikan pendekatan permainan lebih awal dari rencana semula. Meski kehilangan dua pemain penting, Flick tetap mampu menjaga struktur tim agar tidak goyah dalam laga yang berlangsung intens dan menuntut konsentrasi tinggi.
Barcelona memang tidak tampil dominan sepenuhnya, tetapi mereka cukup efisien dalam mempertahankan keunggulan. Dalam pertandingan seperti ini, kontrol emosi dan disiplin bertahan menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menyerang.
Pertahanan Barcelona tahan tekanan Celta
Celta Vigo terus mencoba mencari ruang untuk menyamakan kedudukan. Barcelona menjawab tekanan itu dengan organisasi pertahanan yang rapat, terutama melalui kontribusi Pau Cubarsi di jantung lini belakang.
Joan Garcia juga menjalani laga yang relatif tenang di bawah mistar dengan rating 6/10. Di sektor pertahanan, Jules Kounde mendapat nilai 6/10, Gerard Martin 7/10, dan Pau Cubarsi 7/10, yang menunjukkan kinerja lini belakang cukup stabil.
Di lini tengah, Eric Garcia dan Pedri sama-sama tampil konsisten dengan nilai 7/10. Dani Olmo memperoleh 5/10, sementara Yamal dan Ferran Torres masing-masing mendapat 7/10, menandakan peran penting mereka tetap terlihat meski laga berjalan sulit.
Barcelona akhirnya mampu menjaga skor hingga peluit panjang dan membawa pulang tiga poin penting. Kemenangan atas Celta Vigo bukan hanya mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen, tetapi juga menjadi bukti bahwa tim sanggup bertahan dalam tekanan besar meski harus bermain tanpa beberapa pemain kunci di sebagian besar pertandingan.







