Keyakinan untuk menang diminta sudah tertanam sebelum motor melaju di lintasan. Pesan tegas itu disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji menjelang lanjutan musim balap dunia 2026.
Sri Sultan mengingatkan bahwa keraguan dapat menjadi kekalahan pertama bagi seorang pembalap. Karena itu, Veda dan Mario diminta menjaga kemantapan hati saat berhadapan dengan pesaing dari berbagai negara.
Pesan Mental Sebelum Kembali ke Lintasan
Veda dan Mario datang bersilaturahmi ke Yogyakarta untuk memohon doa restu sebelum kembali menjalani kompetisi internasional. Dalam pertemuan itu, Sri Sultan memberi wejangan tentang kesiapan mental yang dibutuhkan atlet di panggung dunia.
“Sudah memilih menjadi pembalap, jangan mengatakan susah, berat, atau tidak bisa. Kalau begitu, sudah kalah sebelum bertanding,” kata Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, seorang pembalap harus mampu mengendalikan rasa khawatir yang muncul sebelum perlombaan. Fokus dan semangat juang perlu dijaga agar tantangan di arena balap tidak melemahkan tekad.
Ia menekankan bahwa dorongan untuk memenangi pertandingan tidak cukup hanya berasal dari dukungan orang lain. Kemauan tersebut harus tumbuh dari diri sendiri, sementara doa dan harapan menjadi penguat dalam perjalanan mereka.
“Harus punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan, kemauan itu harus muncul dari diri sendiri, karena kami hanya bisa menyampaikan harapan,” ujar Sri Sultan. Ia kemudian menegaskan bahwa kemantapan untuk menang harus sudah ada sebelum pembalap tampil.
Veda di Moto3, Mario Berjuang di Moto2
Kedua pembalap membawa misi Indonesia di kelas yang berbeda dalam balap motor dunia. Veda berkompetisi di Moto3, sedangkan Mario menjalani persaingan di Moto2.
| Pembalap | Kelas Balap | Agenda di Yogyakarta |
|---|---|---|
| Veda Ega Pratama | Moto3 | Memohon doa restu dan menerima wejangan |
| Mario Suryo Aji | Moto2 | Memohon doa restu dan menerima wejangan |
Kehadiran Veda dan Mario di level internasional dipandang sebagai momentum penting bagi olahraga Indonesia. Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation, Ahmad Fajar, menilai kesempatan dua pembalap itu berlaga di panggung dunia sebagai momen yang langka.
Ahmad turut menyoroti latar belakang Veda yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia berharap kiprah Veda dan Mario dapat memperkenalkan Indonesia melalui prestasi balap yang mereka raih.
Harapan untuk Generasi Muda Indonesia
Pertemuan dengan Sri Sultan diharapkan menjadi tambahan dorongan bagi keduanya sebelum kembali bertanding. Doa restu tersebut juga melengkapi persiapan Veda dan Mario dalam menghadapi persaingan musim 2026.
Ahmad berharap perjalanan dua pembalap ini dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk berani mengejar prestasi internasional. Pesan Sri Sultan menempatkan keberanian, motivasi pribadi, dan keyakinan sebagai bekal penting saat membawa nama Indonesia di Moto3 dan Moto2.
Source: www.beritasatu.com






