XPeng kembali menekan pasar mobil listrik lewat Mona L03, SUV baru yang menaruh chip buatan sendiri sebagai senjata utama. Di tengah persaingan EV yang makin ketat, model ini mencoba menarik perhatian lewat harga yang relatif terjangkau, desain efisien, dan paket teknologi bantuan berkendara yang lebih maju.
Langkah itu juga memperlihatkan arah yang ingin ditempuh XPeng, yaitu tidak hanya menjual mobil, tetapi juga menguasai teknologi inti di baliknya. Di pasar Tiongkok yang menjadi arena terbesar mobil listrik dunia, pendekatan seperti ini bisa menjadi pembeda penting.
SUV pertama dari lini Mona
XPeng membuka pra-penjualan Mona L03 pada 2 Juli 2026, dengan peluncuran resmi dijadwalkan pada pertengahan bulan yang sama. Model ini sekaligus menjadi SUV pertama dari lini Mona.
Mona L03 hadir dalam enam konfigurasi, dengan harga pra-penjualan mulai dari 143.800 yuan hingga 165.800 yuan. Posisi harga itu menegaskan strategi XPeng untuk masuk ke segmen SUV listrik yang lebih mudah dijangkau konsumen.
| Varian | Harga Pra-Penjualan | Status |
|---|---|---|
| Mona L03 | 143.800 yuan – 165.800 yuan | Pra-penjualan dibuka 2 Juli 2026 |
Desain aerodinamis untuk efisiensi
Mona L03 digarap oleh tim global yang dipimpin Juanma Lopez, mantan kepala desainer eksterior Ferrari. Hasilnya adalah SUV dengan panjang 4.650 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.600 mm, dan jarak sumbu roda 2.850 mm.
XPeng juga menonjolkan efisiensi aerodinamis melalui 22 optimasi desain yang menurunkan koefisien hambatan udara menjadi 0.228. Klaim perusahaan, rancangan itu bisa menambah jarak jelajah hingga 59,3 km.
| Dimensi | Angka | Catatan |
|---|---|---|
| Panjang | 4.650 mm | Desain oleh tim global |
| Lebar | 1.920 mm | Koefisien hambatan udara 0.228 |
| Tinggi | 1.600 mm | 22 optimasi aerodinamis |
| Jarak sumbu roda | 2.850 mm | Efisiensi diklaim menambah jarak jelajah 59,3 km |
Chip Turing AI jadi pusat perhatian
Sorotan terbesar Mona L03 ada pada chip Turing AI buatan XPeng sendiri. Chip ini punya daya komputasi maksimal 1.500 TOPS dan menjadi otak bagi berbagai fitur teknologi di dalam mobil.
Kemampuan itu dipakai untuk menjalankan model AI generasi kedua VLA, atau Vision-Language-Action. Dukungan ini penting untuk meningkatkan sistem assisted driving agar lebih cerdas dan responsif di berbagai kondisi.
Pengembangan chip internal juga memberi XPeng posisi yang berbeda di pasar EV. Langkah tersebut menunjukkan kemandirian teknologi sekaligus membuka jalan bagi pengembangan fitur ADAS yang lebih dalam di masa depan.
Kabin penuh layar dan audio besar
Di dalam kabin, XPeng membekali Mona L03 dengan layar sentuh pusat 15,6 inci beresolusi 2.5K. Layar ini menjadi pusat kendali berbagai fungsi kendaraan dan dirancang agar mudah dioperasikan.
Ada pula W-HUD 26,8 inci yang menampilkan informasi penting langsung ke bidang pandang pengemudi. Untuk hiburan, mobil ini membawa sistem suara 20 speaker dengan output daya puncak lebih dari 1.000W.
| Fitur Kabin | Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Layar pusat | 15,6 inci 2.5K | Pusat kendali fungsi kendaraan |
| W-HUD | 26,8 inci | Menampilkan info penting untuk pengemudi |
| Sistem audio | 20 speaker, lebih dari 1.000W | Fokus pada pengalaman imersif |
Fokus pada kenyamanan dan pasar yang ketat
XPeng juga menyertakan 14 pengaturan kursi yang bisa disesuaikan pada Mona L03. Namun, detail lain seperti sistem pendingin udara, material interior, atau ruang penyimpanan belum dijelaskan lebih jauh.
Di pasar yang penuh persaingan, Mona L03 menjadi langkah strategis XPeng untuk merebut perhatian konsumen. Perpaduan desain modern, efisiensi aerodinamis, chip AI buatan sendiri, dan harga yang kompetitif membuat SUV ini tampil sebagai penantang baru yang serius di segmen listrik.
Source: moladin.com






