XLSMART mulai menegaskan langkah yang lebih agresif ke pasar bisnis dengan membawa AI, cloud, cybersecurity, dan IoT ke dalam penawaran korporasi. Di ajang Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, perusahaan menempatkan transformasi digital sebagai kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda oleh banyak industri.
Rajeev Sethi, President Director & CEO XLSMART, menilai Indonesia memerlukan teknologi yang lebih mumpuni untuk beragam sektor. Kebutuhan itu tidak hanya muncul di bisnis yang berhadapan langsung dengan konsumen, tetapi juga di rumah sakit, institusi pendidikan, manufaktur, dan sekolah.
Menawarkan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan korporasi
Menurut Rajeev, perusahaan kini membutuhkan dukungan teknologi yang dapat memperkuat operasional dan membuat kerja lebih cepat, cerdas, serta tahan gangguan. Karena itu, XLSMART membangun XLSMART Smart for Business sebagai mitra transformasi digital yang dirancang untuk memahami tantangan pelanggan dan membangun solusi bersama.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa XLSMART tidak lagi hanya bertumpu pada layanan konektivitas konsumer. Perusahaan ingin masuk lebih dalam ke kebutuhan digital korporasi yang makin kompleks, mulai dari pengelolaan jaringan hingga keamanan dan infrastruktur.
Forum seperti Bravo 500 Summit 2026 juga dipandang penting karena perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. XLSMART menilai perusahaan, regulator, dan tokoh bisnis perlu berada dalam satu ruang diskusi agar arah transformasi digital bisa dibaca bersama.
Tujuh pilar yang disebut jadi dasar transformasi
Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, memaparkan tujuh digital pillar yang menurut perusahaan menjadi dasar kebutuhan transformasi digital. Tujuh pilar itu meliputi data, device, network, aplikasi, security, digital infra, dan AI.
Andrijanto menjelaskan bahwa AI telah berkembang sangat pesat dan kini bergerak dari generatif ke agentic. Ia menilai perkembangan itu masih akan berlanjut, sehingga korporasi perlu memahami setiap lapisan teknologi yang mendukung penerapannya.
Ia juga mengingatkan bahwa pilar-pilar tersebut bukan lagi pilihan bagi korporasi maupun individu. Namun, tidak semua pihak memiliki pemahaman yang lengkap untuk mengintegrasikan seluruh elemen itu dengan baik.
“Isunya adalah ketujuh hal ini sudah merupakan keniscayaan bagi korporasi dan individu pakai. Tapi pertanyaannya, siapa yang sebenarnya memiliki pengetahuan yang lengkap tentang tujuh pilar ini? Bahkan rata-rata CEO mungkin hanya mengerti sampai dengan 20%,” ujarnya.
Karena itu, menurut dia, dibutuhkan talenta yang menguasai platform sekaligus kebijakan agar integrasi teknologi bisa berjalan efektif. Kebutuhan ini membuat forum yang mempertemukan pelaku industri, CEO, C-level, dan regulator menjadi semakin relevan.
ESTA Ecosystem diposisikan sebagai platform terintegrasi
Dalam kesempatan yang sama, XLSMART for Business memperkenalkan ESTA Ecosystem sebagai platform terintegrasi untuk mempercepat transformasi digital. Platform ini dirancang membantu perusahaan menciptakan nilai bisnis yang terukur.
ESTA Ecosystem hadir dengan sejumlah solusi utama, yaitu ESTA Prime, ESTA eco, ESTA connect 5G, ESTA vision, dan ESTA agent. Kehadiran rangkaian solusi itu memperlihatkan arah XLSMART dalam membangun penawaran yang lebih luas untuk kebutuhan korporasi.
Dengan menggabungkan AI, jaringan, keamanan, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem, XLSMART berupaya menjawab kebutuhan bisnis yang bergerak makin kompleks. Langkah ini menempatkan perusahaan pada jalur yang lebih serius untuk pasar B2B, di tengah tuntutan orkestrasi teknologi yang semakin rapi.
Source: www.cnbcindonesia.com






