SpaceX Tembus Nasdaq, Elon Musk Kian Dekat ke Status Triliuner Pertama

Debut SpaceX di Nasdaq langsung mengubah peta kekayaan Elon Musk. Saham SPCX dibuka di harga $150, di atas harga IPO $135, dan valuasi perusahaan melonjak ke $1,77 triliun.

Dengan angka itu, SpaceX masuk ke kelompok kecil perusahaan publik bernilai di atas $1 triliun. Nama-nama yang ada di daftar itu antara lain Nvidia, Microsoft, Apple, dan Alphabet.

Debut yang jarang terjadi di kelas triliunan dolar

Di antara perusahaan yang baru melantai, debut SpaceX terasa sangat menonjol. Satu-satunya perusahaan lain yang memulai perdagangan dengan valuasi triliunan dolar adalah Saudi Aramco, yang tercatat di Tadawul pada Desember 2019 dengan valuasi $1,7 triliun.

Langkah ini datang setelah berbulan-bulan spekulasi soal waktu IPO dan target valuasi. SpaceX menyerahkan prospektus awal ke Securities and Exchange Commission pada 20 Mei sebagai awal proses pencatatan di bursa.

Dampak langsung ke kekayaan Elon Musk

IPO ini ikut mengerek nilai kepemilikan Elon Musk di SpaceX menjadi $870 miliar. Ditambah dengan kepemilikan hampir $287 miliar di Tesla, kekayaan bersih Musk kini berada di atas $1,1 triliun.

Jika dihitung dari angka itu, Musk menjadi orang pertama di dunia yang berstatus triliuner. Struktur kepemilikan SpaceX membuat posisinya sangat kuat karena ia memegang saham super-voting yang memberinya kendali besar atas perusahaan.

Bisnis SpaceX melebar jauh dari roket

Dalam beberapa tahun terakhir, SpaceX berkembang dari perusahaan peluncuran roket dan eksplorasi luar angkasa menjadi portofolio bisnis yang dipimpin Musk. Pada Maret 2025, X yang sebelumnya bernama Twitter digabungkan ke xAI, lalu pada Februari 2026 SpaceX mengumumkan akuisisi xAI.

Kini, bisnis SpaceX mencakup aerospace, AI, media sosial, dan internet satelit Starlink. Perubahan ini memperluas profil perusahaan jauh di luar citra lamanya sebagai perusahaan antariksa murni.

Di dokumen S-1 yang diajukan ke SEC, SpaceX menyebut pendapatan 2025 mencapai $18,67 miliar. Sebagian besar, yakni $11,39 miliar, berasal dari segmen Connectivity yang mencakup Starlink.

Namun, perusahaan juga melaporkan rugi $4,94 miliar pada tahun yang sama. Kerugian itu dinilai berpotensi membesar karena belanja agresif xAI untuk membangun pusat data AI.

Nasdaq ubah aturan, pasar menunggu pergerakan SPCX

Nasdaq disebut mengubah aturan pencatatan secara khusus untuk IPO ini, yang menambah perhatian terhadap perdagangan saham SPCX setelah pembukaan. Dengan valuasi jumbo, kepemilikan Musk yang sangat besar, dan kombinasi bisnis yang makin luas, ekspektasi pasar pun ikut naik.

Pergerakan sahamnya kini menjadi salah satu fokus utama pasar setelah pembukaan yang sudah berada di atas harga penawaran. Bagi investor, debut ini bukan sekadar listing baru, tetapi penanda sejauh mana pasar bersedia memberi harga pada ambisi SpaceX dan kendali Musk di dalamnya.

Terkait