Xiaomi membawa kembali format headset neckband yang belakangan makin jarang terlihat di pasar audio. Lewat Redmi SonicBass 2, perusahaan ini justru menawarkan alternatif untuk pengguna yang masih ingin earphone nirkabel sederhana, aman dipakai bergerak, dan tidak mudah hilang.
Perangkat tersebut sudah bisa dipesan di sebuah toko ritel di Jerman dengan harga €34.90 atau sekitar Rp590 ribuan. Di tengah dominasi TWS yang sepenuhnya nirkabel, kehadiran SonicBass 2 terasa seperti pengingat bahwa desain lama masih punya tempat untuk kebutuhan tertentu.
Neckband untuk pengguna yang tidak suka TWS
Redmi SonicBass 2 mempertahankan kabel penghubung antar earbud, sementara modul di leher menjadi pusat kontrol sekaligus rumah baterai. Model seperti ini memberi rasa aman saat dipakai berjalan atau berlari, karena earbud tidak langsung jatuh jika terlepas dari telinga.
Di sisi lain, bentuk neckband juga punya kompromi. Kabel yang melingkari leher bisa terasa mengganggu bagi sebagian pengguna, terutama saat dipakai lama atau ketika aktivitas berlangsung lebih intens.
Baterai panjang dan konektivitas yang sudah modern
Xiaomi membekali SonicBass 2 dengan driver 9,2 mm untuk kebutuhan mendengar musik harian. Perangkat ini juga membawa Bluetooth 5.2 dan port USB-C, dua fitur yang sudah sesuai dengan standar perangkat audio masa kini.
Nilai jual utamanya ada pada daya tahan baterai. Xiaomi mengklaim headset ini mampu memutar musik hingga 16 jam dalam sekali pengisian, cukup untuk menemani perjalanan jauh atau pemakaian sepanjang hari.
Aman dipakai olahraga ringan
Redmi SonicBass 2 juga mengantongi sertifikasi IPX5. Artinya, headset ini tahan terhadap percikan air dan keringat, sehingga lebih aman dipakai saat olahraga ringan atau ketika cuaca kurang bersahabat.
Fitur tersebut membuatnya tetap relevan untuk pengguna yang sering berada di luar ruangan. Perangkat masih bisa digunakan tanpa terlalu khawatir saat terkena gerimis atau saat tubuh berkeringat.
Tidak ada ANC, tapi justru cocok untuk situasi tertentu
SonicBass 2 tidak dibekali Active Noise Cancellation atau ANC. Konsekuensinya, suara dari lingkungan sekitar masih akan terdengar cukup jelas saat headset digunakan.
Bagi sebagian pengguna, kondisi itu justru berguna ketika berolahraga di luar ruangan atau saat tetap perlu waspada terhadap sekitar. Namun, pengalaman mendengar musik di tempat ramai tentu tidak akan seintim headset dengan peredam bising aktif.
Baru terlihat di Jerman
Saat ini, ketersediaan SonicBass 2 masih terbatas di Jerman. Toko ritel yang menawarkannya juga menyebut stok tidak bisa dijamin segera, sehingga kemunculannya belum tampak seperti peluncuran besar yang merata di Eropa.
Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi apakah perangkat ini akan masuk ke Tanah Air. Meski begitu, lini audio Redmi dari Xiaomi selama ini dikenal punya daya tarik lewat harga yang kompetitif dan fitur yang cukup masuk akal untuk kelasnya.
Jika nantinya hadir lebih luas, SonicBass 2 bisa mengisi celah bagi pengguna yang masih mencari earphone nirkabel dengan bentuk klasik, baterai panjang, dan desain yang tidak mudah membuat earbud hilang.







