Berdiri diam di bawah shower kerap membuat lampu atau pemanas kamar mandi mati karena sensor mengira ruangan sudah kosong. Xiaomi mencoba mengatasi gangguan itu melalui Mijia Smart Bathroom Heater P1 Human Sensing Edition yang dapat mendeteksi keberadaan pengguna meski tanpa gerakan besar.
Perangkat ini mengandalkan radar 24GHz, bukan sensor gerak inframerah pasif atau PIR yang lazim dipakai pada perangkat kamar mandi. Radar tersebut dirancang untuk membaca pernapasan dan getaran mikro tubuh, sehingga sistem tetap mengenali orang yang sedang diam.
Deteksi Kehadiran untuk Situasi yang Sering Mengganggu
Sensor PIR umumnya merespons perubahan gerakan, sehingga pengguna yang diam cukup lama berisiko tidak lagi terdeteksi. Kondisi ini dapat terasa mengganggu saat mandi, terutama ketika pemanas atau pencahayaan berhenti bekerja di tengah penggunaan.
Pada perangkat Xiaomi ini, pengguna juga dapat mengatur jangkauan serta sensitivitas deteksi. Pengaturan tersebut ditujukan untuk mengurangi pemicu keliru, misalnya ketika seseorang hanya melintas di depan pintu kamar mandi tanpa masuk ke dalamnya.
Pendekatan berbasis radar membuat fungsi otomatisnya tidak hanya bergantung pada aktivitas fisik yang terlihat jelas. Sistem dapat mempertahankan respons perangkat berdasarkan keberadaan pengguna di dalam area deteksi.
Pemanas 3.000W dan Aliran Udara ke Area Kaki
Selain sensor kehadiran, Xiaomi membekali perangkat ini dengan elemen pemanas graphene berdaya 3.000W. Material tersebut digunakan untuk membantu pemanasan cepat, penyebaran suhu yang lebih merata, serta daya tahan perangkat.
Sistem pemanasnya memakai kontrol frekuensi variabel untuk menyesuaikan output dengan suhu yang ditargetkan. Dengan cara ini, perangkat tidak hanya bekerja dalam pola menyala penuh lalu mati secara berulang.
Udara hangat disalurkan melalui louver osilasi dengan sudut ayun 60 hingga 90 derajat. Arah hembusan dibuat mengarah ke bawah agar panas tidak hanya terkumpul di dekat langit-langit, tetapi dapat terasa hingga area kaki.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Deteksi kehadiran | Radar 24GHz untuk membaca pernapasan dan getaran mikro tubuh |
| Sistem pemanas | Elemen graphene 3.000W dengan kontrol frekuensi variabel |
| Distribusi udara | Louver osilasi 60–90 derajat yang mengarahkan udara hangat ke bawah |
| Fungsi terintegrasi | Pemanas, exhaust fan, lampu utama, dan night light |
Gabungkan Pemanas, Ventilasi, dan Lampu
Mijia Smart Bathroom Heater P1 tidak hanya berfungsi sebagai pemanas, karena Xiaomi menyatukan beberapa perangkat kamar mandi dalam satu unit. Produk ini juga membawa exhaust fan, lampu utama, serta mode night light untuk kebutuhan penggunaan pada malam hari.
Dua motor DC terpisah memungkinkan pemanasan dan ventilasi berjalan bersamaan. Kombinasi ini ditujukan untuk membantu mengurangi uap di ruangan tanpa harus mengorbankan kenyamanan suhu saat mandi.
Untuk pencahayaan, unit ini menawarkan tingkat kecerahan hingga 1.500 lumen. Suhu warnanya dapat diatur dari 3.000K sampai 6.200K, sementara night light disediakan agar cahaya malam tidak terlalu menyilaukan.
Pemasangan dan Kendali Lewat Mi Home
Xiaomi menyertakan saklar dinding nirkabel dengan perlindungan IPX4 yang kompatibel dengan kotak listrik standar 86mm. Rancangan ini memungkinkan pemasangan tanpa menarik kabel baru atau melakukan perubahan besar pada dinding.
Panel lampu pada perangkat dapat ditarik keluar untuk memudahkan pembersihan dan perawatan. Detail tersebut relevan untuk perangkat yang dipasang di kamar mandi, area yang rentan terkena kelembapan dan membutuhkan perawatan berkala.
Perangkat ini dapat terhubung ke aplikasi Mi Home dan HyperOS untuk menjalankan penjadwalan otomatis. Pengguna juga dapat memakainya bersama kontrol suara asisten Xiaomi serta menghubungkannya dengan perangkat lain, termasuk sensor pintu, kamera, atau AC.
Harga Masih untuk Pasar Tiongkok
Xiaomi memasarkan pemanas kamar mandi ini dengan harga 999 yuan dan menjadwalkannya masuk crowdfunding di Tiongkok pekan depan. Produk tersebut menggabungkan radar 24GHz, pemanas graphene, ventilasi, dan pencahayaan dalam satu perangkat.
Untuk saat ini, target pasar Mijia Smart Bathroom Heater P1 masih berada di Tiongkok. Kehadiran teknologi deteksi mikro pada perangkat ini menunjukkan upaya Xiaomi membuat otomatisasi kamar mandi lebih responsif terhadap kondisi penggunaan yang sebenarnya.
