Harga Rp5.499.000 yang kerap dikaitkan dengan Xiaomi Pad 7 Ultra berpotensi membuat calon pembeli salah memahami kelas produknya. Banderol tersebut sebenarnya merujuk pada Xiaomi Pad 7 reguler varian 8GB/256GB, bukan tablet Ultra berlayar 14 inci.
Kesalahpahaman juga muncul pada isu perangkat cepat panas ketika memakai 5G. Xiaomi Pad 7 Ultra tidak dibekali modem seluler, slot SIM fisik, maupun eSIM karena konektivitasnya hanya mengandalkan Wi-Fi.
Harga Ultra Berada di Kelas yang Berbeda
Label Ultra pada perangkat ini bukan sekadar pembeda kapasitas memori atau varian kecil dari Pad 7 standar. Xiaomi menempatkannya sebagai tablet ultra-flagship untuk kebutuhan produktivitas berat, dengan sasaran pasar yang sejajar dengan tablet premium berlayar besar.
Menurut informasi yang dihimpun techno.viva.co.id, Xiaomi Indonesia menjual Xiaomi Pad 7 varian 8GB/256GB seharga Rp5.499.000. Sementara Xiaomi Pad 7 Ultra dipasarkan di pasar internasional sekitar 700 EUR sebelum pajak.
| Model | Posisi Produk | Harga yang Disebutkan |
|---|---|---|
| Xiaomi Pad 7 | Tablet standar, 8GB/256GB | Rp5.499.000 |
| Xiaomi Pad 7 Ultra | Tablet ultra-flagship 14 inci | Sekitar 700 EUR sebelum pajak |
| Xiaomi Pad 7 Ultra impor CN ROM | Unit impor di e-commerce Indonesia | Rp19 juta hingga Rp22 juta |
Di e-commerce Indonesia, unit impor Xiaomi Pad 7 Ultra dengan CN ROM terpantau dijual pada kisaran Rp19 juta hingga Rp22 juta. Selisih tersebut memperlihatkan bahwa pembeli perlu mengecek nama model secara teliti sebelum menjadikan harga Pad 7 reguler sebagai patokan.
Rumor Panas 5G Tidak Sesuai Konfigurasinya
Isu temperatur modem 5G tidak relevan untuk Xiaomi Pad 7 Ultra karena komponen jaringan seluler itu tidak ada di dalam perangkat. Tablet ini memakai Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 sebagai pilihan konektivitas nirkabelnya.
Konfigurasi Wi-Fi only dapat menjadi batasan bagi pengguna yang sering bekerja jauh dari rumah atau kantor. Untuk tersambung ke internet seluler, pengguna tetap perlu memanfaatkan hotspot dari perangkat lain.
Ketiadaan modem 5G berarti sumber panas saat pemakaian berat tidak dapat dikaitkan dengan aktivitas koneksi seluler. Perhatian pada manajemen suhu tetap penting karena perangkat ini membawa bodi tipis dan baterai berkapasitas besar.
Chipset Mandiri dan Baterai 12.000 mAh
Xiaomi Pad 7 Ultra mengandalkan Xiaomi Xring O1, chipset 3 nm rancangan mandiri pertama Xiaomi dengan konfigurasi 10-core. Perangkat ini menjalankan Android 15 yang berbasis HyperOS 2.
Notebookcheck, yang disebut dalam laporan techno.viva.co.id, menilai performa termal tablet ini konsisten dalam ulasan komparatifnya. Sasis aluminium unibodi setebal 5,1 mm turut berperan sebagai media pelepas panas alami.
Untuk daya tahan, tablet ini membawa baterai 12.000 mAh dan mendukung pengisian daya 120W. Kombinasi kapasitas besar, pengisian cepat, dan bodi ramping membuat pengelolaan suhu tetap menjadi aspek yang relevan untuk kerja dalam durasi panjang.
Layar 14 Inci untuk Produktivitas dan Hiburan
Daya tarik utama Xiaomi Pad 7 Ultra terletak pada panel AMOLED 14 inci beresolusi 3,2K atau 2.136 x 3.200 piksel. Layar tersebut mendukung refresh rate 120Hz, PWM dimming 4.800Hz, serta kecerahan puncak hingga 1.600 nits.
Pilihan memorinya mencakup RAM LPDDR5X 12GB atau 16GB, dengan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Pengguna perlu mempertimbangkan kapasitas sejak awal karena perangkat ini tidak menyediakan slot MicroSD.
Tablet premium ini juga membawa delapan speaker stereo dengan sertifikasi Hi-Res Audio, kamera utama 50 MP f/1.8, serta kamera depan 32 MP. Dengan spesifikasi tersebut, Xiaomi Pad 7 Ultra ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan layar luas dan performa tinggi, tetapi tidak memerlukan koneksi seluler langsung dari tablet.







