Xiaomi resmi mencoba peruntungan di pasar NAS lewat Xiaomi Smart Storage, perangkat penyimpanan pintar berbasis jaringan pertama mereka. Yang langsung mencuri perhatian bukan hanya status debutnya, tetapi juga kapasitas 16TB dan harga crowdfunding yang terasa agresif.
Langkah ini menempatkan Xiaomi di arena yang selama ini lebih akrab untuk pengguna teknis, kantor kecil, dan orang yang membutuhkan penyimpanan lokal yang lebih rapi. Dengan pendekatan yang relatif terjangkau, perusahaan asal China itu tampak ingin membuat NAS terasa lebih dekat ke pengguna rumahan dan SOHO.
Debutnya dimulai dari crowdfunding
Alih-alih langsung dijual bebas, Xiaomi memilih jalur crowdfunding untuk peluncuran awal Smart Storage. Kampanye ini dijadwalkan berlangsung singkat, mulai 1 Juli hingga 8 Juli.
Model peluncuran seperti ini berarti produksi massal baru berjalan jika target pendanaan minimum tercapai. Bagi Xiaomi, skema tersebut juga menjadi cara untuk membaca minat pasar sebelum perangkat ini melangkah lebih jauh.
Tiga pilihan kapasitas dengan desain dual-bay
Xiaomi Smart Storage hadir dengan desain dual-bay, sehingga pengguna mendapat dua slot hard disk dalam satu perangkat. Format ini memberi fleksibilitas untuk memilih kapasitas sesuai kebutuhan, mulai dari penyimpanan keluarga hingga backup kerja.
Perangkat ini tersedia dalam tiga varian, yakni 4TB, 8TB, dan 16TB. Kombinasi kapasitasnya masing-masing adalah 2TB x 2, 4TB x 2, dan 8TB x 2.
| Varian | Kapasitas | Harga Crowdfunding | Harga Retail |
|---|---|---|---|
| Beginner | 4TB | ¥2.299 | ¥3.499 |
| Advanced | 8TB | ¥2.899 | ¥4.499 |
| Professional | 16TB | ¥4.699 | ¥6.999 |
Varian 4TB dibanderol ¥2.299 selama masa crowdfunding, sementara harga retail-nya nanti mencapai ¥3.499. Untuk kapasitas 8TB, Xiaomi mematok harga ¥2.899 pada masa kampanye dan ¥4.499 saat penjualan reguler.
Pilihan terbesar, 16TB, dijual seharga ¥4.699 selama crowdfunding. Setelah masuk harga normal, banderolnya naik menjadi ¥6.999.
Menyasar rumah dan kantor kecil
Dengan kombinasi dual-bay dan tiga kapasitas yang ditawarkan, Xiaomi Smart Storage terlihat jelas menargetkan kebutuhan rumah tangga dan SOHO. Perangkat ini cocok untuk menyimpan film, foto, musik keluarga, sekaligus menjadi solusi backup data mandiri.
Daya tarik lainnya ada pada selisih harga crowdfunding dan retail yang cukup lebar. Selama periode kampanye, harga promosi membuat perangkat ini tampak lebih mudah dijangkau bagi pengguna yang ingin mencicipi NAS pertama tanpa langsung membayar penuh.
Detail teknis masih ditahan
Meski perangkatnya sudah diumumkan, Xiaomi belum membuka seluruh detail teknis Smart Storage. Informasi tentang fitur perangkat lunak dan opsi konektivitas disebut baru akan diungkap lebih dekat ke tanggal kampanye.
Hingga sekarang, perusahaan juga belum memastikan apakah Smart Storage akan dipasarkan secara internasional atau tetap eksklusif untuk China. Artinya, nasib NAS pertama Xiaomi di luar pasar domestik masih menunggu pengumuman berikutnya.
