World Allergy Week 2026 kembali menyoroti satu pesan penting yang sering luput dari kekhawatiran orang tua: alergi susu sapi tidak otomatis menghambat tumbuh kembang anak. Dengan penanganan yang tepat dan pilihan nutrisi yang sesuai, anak tetap bisa tumbuh sehat, aktif, dan berprestasi.
Kampanye tahun ini menempatkan edukasi sebagai titik awal. Fokusnya bukan hanya mengenali gejala dan batasan makanan, tetapi juga memahami bahwa kebutuhan gizi anak masih bisa dipenuhi melalui pendekatan yang tepat.
Perubahan cara pandang untuk keluarga
Di tengah peringatan World Allergy Week 2026 pada 21–27 Juni, pesan yang dibawa menekankan pentingnya orang tua melihat sensitivitas susu sapi sebagai kondisi yang perlu dipahami, bukan sebagai akhir dari peluang anak berkembang. Kekhawatiran soal keterbatasan asupan gizi memang kerap muncul, tetapi kampanye ini mendorong keluarga untuk melihat solusi yang lebih luas.
Senior Brand Manager Morinaga IFFO & Specialties, Fitria Dewi Astari, mengatakan bahwa sensitivitas terhadap susu sapi bukan penghalang bagi anak untuk terus maju. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai awal dari perjalanan baru yang tetap bisa penuh prestasi.
“Dalam rangka memperingati World Allergy Week 2026, kami ingin mengubah sudut pandang para orang tua. Sensitivitas terhadap susu sapi bukan lagi penghalang, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh prestasi,” kata Fitria.
Ia juga menekankan semangat “Soyakinbisa” sebagai dorongan optimisme bagi keluarga. Menurut dia, nutrisi berbasis soya yang tepat dan berkualitas dapat membantu anak tetap memiliki energi untuk tumbuh optimal dan mengejar mimpi mereka.
Nutrisi dan aktivitas fisik saling melengkapi
Kampanye ini tidak berhenti pada soal pilihan susu. Edukasi yang dibawa juga menyoroti pentingnya anak bergerak aktif sejak dini agar tumbuh kembangnya lebih seimbang.
Morinaga Soya memperkenalkan gerakan #Soyamove melalui media sosial bersama kreator Luthfi Hinelo. Aktivitas sederhana ini mengajak anak dan orang tua bergerak saat menikmati susu berbasis soya, sehingga momen minum susu tidak hanya menjadi urusan asupan, tetapi juga interaksi yang lebih hidup di rumah.
Soyalympic 2026 dorong ketangkasan dan percaya diri
Rangkaian kampanye itu juga terhubung dengan Soyalympic 2026, kompetisi yang menggabungkan aktivitas fisik dan stimulasi kemampuan berpikir melalui Brain Gym. Program ini dirancang untuk melatih koordinasi tubuh, fokus, konsentrasi, dan kepercayaan diri anak dalam suasana yang kompetitif tetapi tetap menyenangkan.
Penyelenggaraan Soyalympic diperluas ke 10 kota di Indonesia untuk menjangkau lebih banyak keluarga. Fitria menyebut perluasan tersebut sebagai bentuk komitmen agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh anak-anak dan orang tua di berbagai daerah.
| Program | Fokus Utama | Jangkauan |
|---|---|---|
| #Soyamove | Gerakan aktif sambil menikmati susu berbasis soya | Media sosial |
| Soyalympic 2026 | Aktivitas fisik, Brain Gym, koordinasi, fokus, dan percaya diri | 10 kota di Indonesia |
Program Soyalympic 2026 juga disertai apresiasi berupa tabungan pendidikan. Dukungan itu diarahkan agar manfaat kampanye tidak berhenti pada momen kompetisi, tetapi juga memberi kontribusi yang lebih berkelanjutan untuk masa depan anak.
Di tengah peringatan World Allergy Week 2026, pesan yang dibawa cukup jelas: alergi susu sapi bukan alasan untuk membatasi masa depan anak. Dengan pemahaman yang tepat, nutrisi yang sesuai, dan kebiasaan hidup aktif, anak tetap bisa belajar, bermain, dan berkembang sesuai potensinya.
Source: www.suara.com






