Wear OS 7 Ubah Tiles Jadi Widget, Janji Baterai Lebih Awet Dan Aplikasi Lebih Berguna

Author: Cung Media

Google mulai mengubah cara widget bekerja di Wear OS dengan langkah yang paling terasa langsung bagi pengguna jam tangan pintar: tampilan yang lebih seragam tanpa mengorbankan daya tahan baterai. Dalam perubahan ini, Tiles resmi berganti nama menjadi Wear Widgets, menandai arah baru untuk pengalaman wearable di ekosistem Android.

Pengumuman tersebut muncul dalam sesi pengembang di I/O 2026 saat Google memperlihatkan lebih dekat sistem baru itu. Fokusnya tidak hanya pada tampilan, tetapi juga pada cara Wear Widgets mengurangi ketergantungan aplikasi aktif di latar belakang.

Mitra awal dan perubahan arah platform

Google menyebut Spotify, WhatsApp, Peloton, dan Todoist sebagai mitra akses awal untuk Wear Widgets. Daftar itu menunjukkan bahwa widget jam tangan diarahkan ke kebutuhan yang paling sering dibuka, mulai dari musik, pesan, kebugaran, hingga produktivitas.

Pergantian nama dari Wear OS Tiles ke Wear Widgets juga membawa pesan yang lebih luas. Google tampak ingin menyatukan bahasa desain widget di seluruh perangkat Android, tidak hanya di ponsel dan tablet, tetapi juga di perangkat wearable.

Selama ini, Tiles sudah menjadi bagian penting dari navigasi cepat di Wear OS. Dengan nama baru dan sistem baru, Google berusaha memperjelas masa depan fitur tersebut sekaligus mengarahkannya ke model yang lebih konsisten lintas perangkat.

Remote Compose jadi fondasi utama

Wear Widgets ditenagai oleh Remote Compose, framework antarmuka jarak jauh yang dibuat untuk pengalaman di luar aplikasi seperti widget. Google mengatakan teknologi ini memungkinkan animasi yang lebih kaya, interaksi yang lebih mulus, dan tampilan yang lebih adaptif di berbagai perangkat.

Bagi pengguna jam tangan pintar, klaim yang paling menarik ada pada efisiensi daya. Remote Compose disebut dapat menangani interaksi dan animasi tanpa harus terus-menerus membangunkan aplikasi di latar belakang.

Pendekatan itu penting karena baterai perangkat wearable jauh lebih terbatas dibanding ponsel. Jika aplikasi tidak perlu sering aktif untuk memperbarui elemen widget, konsumsi daya bisa ditekan sambil tetap menjaga tampilan yang lebih halus.

Google juga menegaskan bahwa pengembang tidak perlu meninggalkan perangkat lama untuk mengikuti sistem baru ini. API Wear Widgets tetap kompatibel ke belakang untuk Wear OS 4 dan versi di atasnya.

Layout baru, layar lebih fleksibel

Dalam sesi tersebut, Google memperlihatkan layout widget 2×1 dan 2×2 untuk Wear OS. Format ini memberi gambaran bahwa widget di jam tangan akan punya fleksibilitas lebih besar dibanding tampilan Tiles lama yang cenderung seragam.

Pada jam tangan yang mendukung carousel widget horizontal, seperti Google Pixel Watch, widget berukuran besar masih bisa tampil mirip Tiles layar penuh yang sudah dikenal pengguna. Artinya, transisi ke sistem baru tidak langsung memutus kebiasaan navigasi yang sudah akrab.

Pendekatan ini memberi dua manfaat sekaligus bagi Google. Perusahaan bisa memperkenalkan konsep widget yang lebih modern, sambil tetap mempertahankan pengalaman lama pada perangkat yang mendukungnya.

Ada pula perubahan yang relevan bagi pengguna Samsung. Google mengatakan widget baru ini kini dapat mengisi Multi-Info Tiles di Samsung Galaxy Watch, yang sebelumnya terbatas pada widget buatan Samsung sendiri.

Perubahan tersebut membuka peluang kustomisasi yang lebih luas di Galaxy Watch. Jika implementasinya berjalan baik, pengguna Samsung berpotensi mendapatkan pilihan informasi cepat yang lebih beragam dari aplikasi pihak ketiga.

Bagian dari strategi Android yang lebih luas

Google tidak hanya membatasi pembaruan ini pada jam tangan pintar. Perusahaan juga memamerkan widget untuk Android Auto yang akan meluncur akhir tahun ini, sebagai bagian dari dorongan yang lebih besar di seluruh Android.

Selain Android Auto, Google juga menyinggung kehadiran tipe dan layout widget baru di berbagai perangkat Android. Ini menunjukkan bahwa Wear Widgets merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk membuat widget menjadi lapisan antarmuka yang konsisten di seluruh ekosistem.

Bagi pengembang, arah ini bisa menyederhanakan pekerjaan saat membangun pengalaman lintas perangkat. Bagi pengguna, hasil akhirnya diarahkan pada akses yang lebih cepat ke informasi penting, animasi yang lebih baik, dan penggunaan baterai yang lebih efisien di jam tangan pintar.

Source: www.androidauthority.com
Terbaru