Elizabeth Warren menekan Meta untuk membuka rencana stablecoin-nya sebelum Senat mengambil keputusan penting atas aturan aset kripto. Tekanan itu muncul menjelang pemungutan suara Clarity Act, rancangan undang-undang yang akan melegalkan sebagian besar aktivitas terkait kripto di Amerika Serikat.
Sebagai anggota Demokrat teratas di Senate Banking Committee, Warren menilai Kongres perlu memahami dampak dari rencana integrasi stablecoin Meta. Ia juga menyoroti bahwa kurangnya transparansi perusahaan bisa menjadi masalah serius saat pengawasan regulasi sedang memanas.
Fokus pertanyaan ke Meta
Dalam surat kepada Mark Zuckerberg, Warren meminta Meta menjelaskan sifat uji coba mereka dengan penerbit stablecoin pihak ketiga. Ia juga meminta kejelasan soal apakah Meta akan memprioritaskan stablecoin tertentu dibanding opsi pembayaran lain.
Ia turut menuntut penjelasan mengenai pengamanan privasi yang akan diterapkan pada mata uang itu. Selain itu, Warren ingin tahu apakah ada hubungan keuangan antara Meta dan penerbit stablecoin, dengan tenggat jawaban hingga 20 Mei.
Langkah Meta di pembayaran digital
Meta baru saja meluncurkan program pembayaran kreator dalam USDC. Stablecoin tersebut dipatok pada nilai dolar AS dan berjalan di platform yang mencakup Instagram, WhatsApp, Facebook, dan Messenger.
Peluncuran ini mengikuti laporan CoinDesk pada Februari yang menyebut Meta berencana mengintegrasikan stablecoin pihak ketiga untuk pembayaran dalam aplikasi di seluruh platformnya pada paruh kedua tahun ini. Setelah program USDC berjalan, Meta menegaskan bahwa perusahaan tidak menerbitkan stablecoin miliknya sendiri.
Dampak yang jadi sorotan Warren
Warren menilai basis pengguna Meta yang besar membuat setiap keputusan soal stablecoin punya efek luas. Menurutnya, pilihan Meta untuk mendukung satu produk tertentu dapat memengaruhi persaingan, privasi, integritas sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan.
Kekhawatiran itu juga berkaitan dengan riwayat Meta di sektor ini. Pada 2019, perusahaan pernah mencoba menerbitkan stablecoin sendiri lewat proyek Libra, tetapi menghentikannya setelah mendapat penolakan dari Kongres.
Regulasi yang membuka ruang baru
Minat Meta ke teknologi finansial muncul lagi setelah pengesahan GENIUS Act pada tahun lalu. Aturan itu melegalkan penerbitan stablecoin di Amerika Serikat dan membuka ruang baru bagi perusahaan teknologi untuk mengeksplorasi aset tersebut.
Sebelumnya, pada musim semi lalu, Warren bersama Senator Richard Blumenthal meminta Meta menjelaskan apakah perusahaan akan mengadopsi stablecoin atau tidak. Seorang eksekutif perusahaan saat itu hanya menyebut Meta “tidak punya rencana untuk menerbitkan stablecoin di masa depan,” tanpa menjawab kemungkinan kesepakatan dengan pihak ketiga.
Dengan Clarity Act segera memasuki fase penentuan di Senat, pertanyaan tentang posisi Meta di pasar stablecoin ikut naik ke pusat pengawasan politik. Bagi Warren, jawaban perusahaan dibutuhkan agar Kongres tidak mengambil keputusan tanpa memahami sepenuhnya konsekuensi dari langkah Meta di sektor pembayaran digital.
