Warhawk, karya siswa kelas 12 bernama Felix Bucaro, menjadi sorotan utama dalam ajang Drive for Design milik Dodge karena tampil seperti penerus Tomahawk yang terlalu nyata untuk sekadar tugas sekolah. Desainnya mengambil inspirasi dari pesawat militer, tetapi bentuknya justru terlihat lebih membulat dan terasa seperti evolusi langsung dari konsep lama Dodge.
Yang membuat hasil ini mencuri perhatian bukan hanya karena dibuat pelajar, melainkan karena Dodge memang meminta peserta membayangkan masa depan performa SRT. Dari tema itu, muncul berbagai interpretasi yang jauh dari sekadar sketsa biasa, termasuk mobil bergaya shooting brake, sports car agresif, hingga motor dengan nuansa halo car.
Generasi muda membaca masa depan SRT dengan cara berbeda
Ajang ini memperlihatkan rentang usia peserta yang luas, dari siswa kelas satu hingga kelas 12. Setiap kelompok usia membawa bahasa desain yang berbeda, tetapi semuanya berangkat dari satu pertanyaan yang sama tentang seperti apa performa Dodge di masa depan.
Catherine Codouni dari kelas satu memilih pendekatan yang kuat pada warna dan bentuk klasik. Bagian depan karyanya masih terasa dekat dengan model Dodge modern seperti Challenger, sementara bagian belakangnya berubah menjadi shooting brake yang jarang hadir di dunia muscle car.
Richie LeBlanc dari kelas lima mengambil arah yang lebih keras lewat mobil sport dengan lekukan yang mengingatkan pada Porsche. Karyanya juga membawa grille crosshair khas Dodge dan saluran udara besar di kap mesin, sehingga identitas merek tetap terasa jelas.
Truk, SUV, dan muscle car dilebur jadi satu
Salah satu desain yang paling mudah diingat datang dari Jaxon Brobst, siswa kelas delapan, melalui karya bernama SRT Ram Charger. Mobil ini sulit ditempatkan dalam satu kategori karena menggabungkan karakter truk, SUV, dan muscle car dalam satu paket.
Wujudnya menyerupai Charger masa depan yang dibuat lebih tinggi, lalu dipadukan dengan ban off-road besar dan ban cadangan di belakang. Brobst juga menambahkan drone atau UAV yang terintegrasi di kap mesin, kaca di pintu untuk membantu melihat jalur, serta hammock di bangku belakang.
Tiga nama yang paling disorot
Di antara desain yang paling menonjol, Javier Espino memperkenalkan Nighthawk SRT. Nama itu terasa cocok karena desainnya diposisikan sebagai penerus spiritual Tomahawk, dengan tampilan agresif tetapi tidak berlebihan.
Di urutan berikutnya ada SRT Mayhem karya Owen Bronso dari kelas 12. Desain ini terinspirasi oleh jet tempur dan muscle car klasik Dodge, lalu diwujudkan dalam bentuk tajam dengan posisi mengemudi di tengah.
Felix Bucaro akhirnya keluar sebagai pemenang tahun ini lewat Warhawk. Karyanya kembali mengambil inspirasi dari pesawat militer, namun tampil lebih membulat dibanding rival-rivalnya.
Kemiripan dengan Tomahawk lama membuatnya terasa nyata
Warhawk menarik perhatian lebih jauh karena siluetnya sangat dekat dengan Dodge SRT Tomahawk Vision Gran Turismo yang dirilis pada 2015. Banyak unsur desainnya terasa seperti pengembangan dari konsep Tomahawk lama, bukan sekadar penghormatan biasa.
Itulah yang membuat Drive for Design terasa lebih besar dari lomba menggambar pelajar. Dodge tampak memakai ajang ini untuk membaca bagaimana generasi muda membayangkan halo car masa depan SRT, termasuk ide-ide yang masih terdengar liar untuk standar industri saat ini.
Komposisi peserta juga menunjukkan bagaimana tema yang sama bisa menghasilkan hasil yang sangat berbeda. Dari kelas satu hingga kelas 12, para pelajar diberi ruang untuk menerjemahkan performa masa depan Dodge ke dalam bentuk visual mereka sendiri.
Hasil akhirnya adalah kumpulan gagasan yang menembus batas kategori konvensional. Dari shooting brake muscle car, sports car bergaya jet tempur, hingga motor penerus Tomahawk, Dodge mendapat gambaran luas tentang imajinasi generasi muda terhadap masa depan performa merek tersebut.
Source: www.carscoops.com






