
Saham teknologi kembali menjadi penggerak utama Wall Street setelah S&P 500 dan Nasdaq menutup perdagangan di rekor tertinggi baru. Lonjakan itu lahir dari optimisme yang makin kuat terhadap kecerdasan buatan, sementara investor juga membaca tanda-tanda yang lebih ramah dari hubungan dagang global.
Ketiga indeks utama Wall Street berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (14/5/2026). Dow Jones naik 0,75 persen ke 50.063,46, S&P 500 menguat 0,77 persen ke 7.501,24, dan Nasdaq Composite bertambah 0,88 persen ke 26.635,22.
AI dan cip kembali memimpin reli
Dorongan terbesar datang dari saham-saham teknologi yang terkait langsung dengan kebutuhan komputasi AI, terutama emiten cip dan perangkat keras. Pelonggaran kebijakan perdagangan terkait cip H200 juga menambah tenaga bagi sentimen di sektor semikonduktor.
Nvidia menjadi salah satu penopang utama setelah naik 4,4 persen. Cisco juga mencuri perhatian dengan lonjakan 13,4 persen ke rekor tertinggi setelah mengumumkan restrukturisasi karyawan dan proyeksi pendapatan yang disambut positif pasar.
Meski begitu, pergerakan di sektor ini tidak seragam. Qualcomm dan Intel justru melemah, sementara perusahaan cip AI Cerebras melesat 68,2 persen pada hari pertama perdagangannya di bursa.
Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth, menilai suasana pasar sulit diabaikan ketika indeks terus memecahkan rekor. Ia melihat banyak pelaku pasar menikmati reli, tetapi mulai khawatir soal seberapa lama penguatan ini bisa bertahan.
Pavlik juga menyoroti tekanan psikologis bagi investor yang memilih menepi. Menurut dia, momentum kenaikan yang agresif membuat banyak orang terdorong ikut masuk saat indeks terus mencetak level tertinggi baru.
Diplomasi dagang ikut menguatkan sentimen
Selain faktor teknologi, pasar juga mencermati pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping di China. Agenda pembicaraan mencakup isu perdagangan dan keamanan jalur energi, dengan kehadiran Elon Musk dan Jensen Huang dalam kunjungan tersebut.
Michael Monaghan, Portfolio Manager Founder ETFs, menyambut nada yang lebih kolaboratif dari kedua pemimpin itu. Ia berharap sikap tersebut bisa berlanjut menjadi kesepakatan jangka panjang yang memberi kepastian lebih besar bagi pasar.
Nada yang lebih positif dari diplomasi ini memberi dukungan tambahan bagi saham semikonduktor. Bagi pengelola dana, stabilitas hubungan ekonomi AS-China penting untuk menjaga rantai pasok dan ritme pertumbuhan sektor teknologi.
Pasar masih melihat risiko di depan
Di tengah euforia saham, risiko makro belum benar-benar hilang. Data ekonomi AS masih menunjukkan inflasi belum sepenuhnya jinak, meski penjualan ritel bergerak sesuai ekspektasi.
Kenaikan harga energi tetap menjadi sumber tekanan yang diawasi ketat pelaku pasar. Jeffrey Schmid, Presiden The Fed Kansas City, mengingatkan bahwa inflasi masih menjadi risiko paling mendesak bagi ekonomi AS meskipun kondisi ekonomi dinilai tetap tangguh.
Gabungan antara pertumbuhan yang kuat, optimisme AI, dan sinyal kebijakan perdagangan yang lebih ramah membuat investor terus memantau ruang lanjut reli teknologi. Selama minat terhadap saham cip dan perangkat keras tetap tinggi, Wall Street masih berpeluang mempertahankan momentum yang mendorong indeks-indeks utamanya ke rekor baru.





