Di usia lebih dari 100 tahun, Profesor Vu Khieu masih menyelesaikan karya besar yang menjadi penanda dedikasinya pada budaya Vietnam. Ia menuntaskan buku tiga jilid berjudul Budaya dan Warisan Thang Long yang totalnya lebih dari 2.400 halaman.
Ketekunan itu membuat namanya terus dikenang sebagai salah satu intelektual terbesar Vietnam. Bagi banyak kalangan, Vu Khieu bukan hanya peneliti, melainkan sosok yang ikut membentuk cara Vietnam membaca sejarah, budaya, dan identitas nasionalnya.
Jejak Panjang Seorang Cendekiawan
Vu Khieu lahir di Nam Dinh pada 19 September 1916 dan menjalani hidup panjang yang sepenuhnya diwarnai oleh ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Hingga usia lanjut, ia tetap aktif menulis dan mempertahankan produktivitas intelektual yang jarang ditemui.
Sepanjang kariernya, ia menghasilkan ratusan karya ilmiah. Bidang yang ia bahas juga sangat luas, mulai dari pendidikan, ekonomi, agama, sastra, festival tradisional, hingga sejarah Thang Long-Hanoi.
Di kalangan akademisi Vietnam, ia dikenal sebagai ahli sastra klasik Vietnam yang mampu memadukan nilai sejarah dengan keindahan bahasa. Reputasinya itu membuat karya-karyanya terus dirujuk oleh peneliti dan budayawan.
Melampaui Dunia Akademik
Pengaruh Vu Khieu tidak berhenti pada ruang riset. Ia juga aktif sebagai diplomat budaya dan terlibat dalam berbagai konferensi internasional yang diselenggarakan UNESCO.
Peran tersebut memperluas kiprahnya ke ranah diplomasi kebudayaan. Berkat reputasinya, ia dipercaya menjadi penasihat sejumlah organisasi budaya internasional.
Kontribusinya terhadap sejarah dan budaya Hanoi bahkan membuat banyak akademisi menjulukinya “Cendekiawan Thang Long”. Julukan itu mencerminkan besarnya peran dia dalam meneliti dan merawat warisan intelektual ibu kota Vietnam.
Warisan yang Tetap Hidup
Karya-karya Vu Khieu dipandang penting karena membantu menjaga kesinambungan pengetahuan tentang sejarah dan budaya nasional. Tulisan-tulisannya menjadi jembatan antara dokumentasi ilmiah dan penguatan identitas budaya sebuah bangsa.
Warisan intelektualnya juga terlihat dari konsistensinya menulis pada usia sangat lanjut. Di saat banyak orang berhenti berkarya, ia justru menuntaskan sebuah proyek besar yang bernilai dokumentasi tinggi untuk Vietnam.
Nama Vu Khieu kini tetap hidup melalui buku dan kajian yang masih dipakai sebagai acuan oleh generasi berikutnya. Dalam perjalanan panjangnya, ia menunjukkan bahwa pengabdian pada budaya bisa menjadi warisan yang melampaui usia dan waktu.







