Vivo resmi mengonfirmasi kehadiran Y600 Pro di China dan langsung menarik perhatian karena membawa baterai 10.200mAh. Kapasitas ini disebut sebagai yang terbesar yang pernah dipasang Vivo pada smartphone buatannya.
Perangkat ini juga tidak hanya dijual sebagai ponsel dengan baterai besar, tetapi sebagai model yang menonjolkan daya tahan bodi, layar, dan efisiensi penggunaan harian. Vivo menyebut Y600 Pro akan menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16 saat masuk ke pasar.
Jadwal rilis dan pilihan warna
Menurut unggahan Huang Tao, Vice President of Vivo China, Vivo Y600 Pro akan meluncur di China pada 27 April. Penjualan perdananya disebut dimulai pada 30 April.
Vivo juga sudah memberi bocoran soal varian warna yang akan hadir. Opsi yang disebutkan mencakup Floating Gold, Bright Moon Black, Vast Blue, dan Starry Purple.
Baterai jumbo jadi sorotan utama
Daya tarik terbesar Vivo Y600 Pro ada pada baterai 10.200mAh yang dibawanya. Vivo menegaskan kapasitas ini menjadi yang paling besar dalam sejarah ponsel Vivo sejauh ini.
Untuk mendukung pengisian ulang, ponsel ini dibekali fast charging kabel 90W. Vivo mengklaim pengisian penuh dapat selesai dalam waktu kurang dari 80 menit.
Soal ketahanan pakai, Vivo menyebut Y600 Pro mampu bertahan siaga hingga 16,7 hari. Perusahaan juga mengklaim ponsel ini bisa dipakai lebih dari 24 jam untuk penggunaan ringan dan lebih dari 12 jam dalam beban kerja berat.
Vivo menambahkan bahwa baterai perangkat ini memakai teknologi semi-solid generasi kedua. Teknologi tersebut dirancang agar performa tetap stabil pada suhu hingga 60 derajat Celsius.
Selain itu, Vivo mengklaim ada optimasi daya berbasis AI di level chip. Perusahaan juga menyebut kesehatan baterai bisa bertahan hingga enam tahun.
Fokus pada layar dan ketahanan bodi
Di sisi tampilan, Vivo memastikan Y600 Pro menggunakan layar beresolusi 1,5K. Panel ini juga dilengkapi fitur eye-care untuk membantu kenyamanan mata saat pemakaian panjang.
Untuk keamanan, sensor sidik jari ditempatkan di dalam layar. Kehadiran fitur ini menunjukkan bahwa Vivo tetap memberi perhatian pada pengalaman penggunaan harian, bukan hanya pada kapasitas baterai.
Ketahanan fisik juga menjadi aspek yang ditonjolkan. Vivo Y600 Pro dipastikan mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 untuk perlindungan terhadap debu serta air.
Spesifikasi lain yang masih menunggu detail resmi
Sejumlah listing sebelumnya sempat mengungkap spesifikasi yang diduga akan dibawa Y600 Pro. Namun, rincian tersebut masih menunggu konfirmasi menyeluruh dari Vivo saat peluncuran.
Berdasarkan informasi yang beredar, perangkat ini berpotensi memakai panel OLED 6,83 inci dengan resolusi 1.260 x 2.800 piksel. Pada bagian dapur pacu, Y600 Pro disebut-sebut mengusung MediaTek Dimensity 7300e.
Konfigurasi memorinya juga diperkirakan cukup besar, dengan RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal sampai 512GB. Di sektor kamera, ponsel ini dikabarkan membawa kamera belakang 50 megapiksel dan kamera depan 32 megapiksel.
Penerus lini Y500 Pro
Vivo Y600 Pro diposisikan sebagai penerus Vivo Y500 Pro. Model sebelumnya diperkenalkan pada November 2025, sehingga kehadiran generasi baru ini menunjukkan kelanjutan strategi Vivo di lini yang sama.
Dengan kombinasi baterai 10.200mAh, pengisian cepat 90W, layar 1,5K, OriginOS 6 berbasis Android 16, serta sertifikasi IP68 dan IP69, Vivo Y600 Pro tampak diarahkan sebagai ponsel yang mengutamakan daya tahan, ketahanan fisik, dan penggunaan jangka panjang. Fokus tersebut membuat perangkat ini menonjol di tengah persaingan smartphone yang umumnya masih bermain pada kapasitas baterai yang lebih kecil.
Source: www.gadgets360.com






